/
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 12:08 WIB
Lukisan berjudul "Penangkapan Pangeran Diponegoro" karya Raden Saleh. (Cagar Budaya Kemdikbud)

Ekspresi Wajah

Saat penangkapan Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830, Raden Saleh sedang berada di Eropa. Kuat dugaan, ia lukisan karya Nicolaas Pieneman yang ditugaskan mendokumentasikan penangkapan Diponegoro.

Pieneman melukiskan wajah pangeran itu dengan ekspresi lesu dan pasrah dalam karyanya yang berjudul “Penyerahan Diri Diponegoro”. Sebaliknya, Raden Saleh menggambarkan wajah Pangeran Diponegoro dengan tegas dan menahan marah.

Diserahkan ke Indonesia

Raden Saleh berhasil memberikan lukisannya kepada Raja Willem III di Den Haag. Pada 1975, karya itu akhirnya diserahkan kepada Indonesia sebagai wujud dari perjanjian kebudayaan Indonesia-Belanda.

Pada 2013, lukisan tersebut direstorasi pernisnya oleh ahli restorasi asal Jerman, Susanne Erhards. Pada 27 September 2013, lukisan diserahkan kepada Sekretariat Negara oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

Berharga Ratusan Miliar

Lukisan sang maestro itu dipindahkan dari Istana Negara, Jakarta, ke Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Desember 2014. Lukisan Raden Saleh ditaksir harganya mencapai Rp50 miliar pada 2010.

Kemudian meningkat menjadi Rp100 miliar pada 2016. Sementara itu, lukisan karya Raden Saleh lainnya yang berjudul La Chasse Au Taureau Sauvage atau Perburuan Banteng terjual hampir Rp150 miliar di Prancis pada 2018.

Baca Juga: Netizen Gemes, Iwan Fals Nyanyi dan Joget Lagu "Aitakatta" Bareng JKT48

Load More