Ekspresi Wajah
Saat penangkapan Pangeran Diponegoro pada 28 Maret 1830, Raden Saleh sedang berada di Eropa. Kuat dugaan, ia lukisan karya Nicolaas Pieneman yang ditugaskan mendokumentasikan penangkapan Diponegoro.
Pieneman melukiskan wajah pangeran itu dengan ekspresi lesu dan pasrah dalam karyanya yang berjudul “Penyerahan Diri Diponegoro”. Sebaliknya, Raden Saleh menggambarkan wajah Pangeran Diponegoro dengan tegas dan menahan marah.
Diserahkan ke Indonesia
Raden Saleh berhasil memberikan lukisannya kepada Raja Willem III di Den Haag. Pada 1975, karya itu akhirnya diserahkan kepada Indonesia sebagai wujud dari perjanjian kebudayaan Indonesia-Belanda.
Pada 2013, lukisan tersebut direstorasi pernisnya oleh ahli restorasi asal Jerman, Susanne Erhards. Pada 27 September 2013, lukisan diserahkan kepada Sekretariat Negara oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo.
Berharga Ratusan Miliar
Lukisan sang maestro itu dipindahkan dari Istana Negara, Jakarta, ke Istana Kepresidenan Yogyakarta pada Desember 2014. Lukisan Raden Saleh ditaksir harganya mencapai Rp50 miliar pada 2010.
Kemudian meningkat menjadi Rp100 miliar pada 2016. Sementara itu, lukisan karya Raden Saleh lainnya yang berjudul La Chasse Au Taureau Sauvage atau Perburuan Banteng terjual hampir Rp150 miliar di Prancis pada 2018.
Baca Juga: Netizen Gemes, Iwan Fals Nyanyi dan Joget Lagu "Aitakatta" Bareng JKT48
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam