Indotnesia - Tiap 26 Agustus, kita merayakan Hari Anjing Sedunia. Sebuah hari yang didedikasikan untuk hewan yang dikenal sebagai sahabat manusia.
Binatang peliharaan ini punya beragam jenis, dengan ukuran dan warna rambut yang berbeda-beda. Kedekatan manusia dengan anjing telah terjalin sejak 30.000 tahun lalu.
Hewan dengan nama ilmiah Canis lupus ini mampu memberikan cinta, perlindungan, dan perasaan bahagia bagi manusia yang merawatnya dengan tulus. Ada sejumlah penelitia tentang manfaat memelihara anjing.
Lalu, mengapa memelihara anjing bisa bikin kita bahagia?
Dalam penelitian bertajuk Dog Parent Studi oleh Barkbox pada 2016 menemukan sebanyak 71% orang yang memelihara anjing mengaku bahagia.
Hewan peliharaan itu bahkan membuat hidup mereka menjadi lebih bahagia lagi. Sekitar 80% orang mengaku tidak kesulitan bangun di pagi hari karena kehadiran anjing di rumah mereka.
Melansir Medical News Today, penelitian menunjukkan memelihara seekor anjing mampu menurunkan risiko kematian dini manusia hingga sepertiganya.
Riset University of Harvard juga menyebutkan pemilik hewan ini memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Kok bisa sih?
Meski agak sulit ditelaah lebih dalam, namun kemungkinan besar akibat dari penyesuaian gaya hidup seseorang setelah memutuskan untuk mengadopsi anjing.
Baca Juga: 5 Fakta Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro Karya Raden Saleh
Manusia menjadi lebih aktif dalam beraktivitas fisik, seperti mengajak jalan-jalan dan bermain dengan mereka. Meski seakan “dipaksa” untuk aktif, namun nyatanya seseorang menjadi lebih sehat.
Keluarga yang memelihara anjing juga akan berdampak positif pada anak-anak. Mereka akan terpapar bakteri tertentu yang dibawa oleh anjing.
Menurut peneliti, paparan tersebut akan menurunkan risiko gejala asma. Bahkan anak usia dini juga memiliki risiko lebih rendah terkena eksim, apabila ketika masih di dalam kandungan, ibunya telah berinteraksi dengan anjing.
Jika tubuh sehat, perasaan bahagia akan mengikuti. Ketika manusia bersahabat dengan hewan mamalia ini, tingkat oksitosin akan meningkat.
Oksitosin adalah hormon yang berhubungan dengan ikatan sosial manusia. “Suntikan cinta” dari hormon ini meningkatkan kesehatan psikologi kita.
Pemilik anjing akan memiliki interaksi sosial yang lebih positif. Penelitian Brian Hare dari Duke University menyebutkan, anjing mampu mengurangi gejala depresi sehingga seseorang dapat lebih tahan terhadap stres.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus