Indotnesia - Pernah nggak sih kamu lihat ada parkir khusus perempuan di mall, apartemen, dan gedung perkantoran? Secara visual, cat warna pink biasanya menjadi ciri khas parkir ini untuk membedakan dengan parkiran umum.
Keberadaan parkir khusus wanita sendiri memang menuai pro dan kontra. Ada yang merasa terbantu, ada juga yang menganggapnya seksis. Perdebatan ini bahkan sempat ramai di Jerman pada 2015.
Ya, memang awal mula sejarah parkir khusus perempuan berasal dari negara tersebut. Melansir The Local, kemunculan tempat parkir ini pada era 1990-an dengan alasan utama adalah keselamatan.
Perempuan merasa berisiko mendapat serangan seksual di tempat parkir bawah tanah. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi risiko tersebut hingga parkir khusus ini diperkenalkan dan diterapkan di sejumlah lokasi.
Bahkan beberapa wilayah di Jerman mengharuskan pemilik tempat parkir untuk menetapkan 30% area parkir untuk perempuan. Parkir tersebut terletak di dekat pintu keluar parkir mobil, dengan cahaya yang terang, dan di bawah pengawasan CCTV.
Selain itu, areanya juga lebih luas dari biasanya sehingga memudahkan wanita untuk menggerakkan mobil mereka. Tapi, hal ini juga menimbulkan kontroversi karena perempuan dinilai sebagai pengemudi yang lebih buruk ketimbang pria.
Keberadaannya tempat parkir ini juga sempat digugat oleh seorang pria pada 2019. Ia merasa didiskriminasi ketika berkunjung ke kota Eichstätt dan melihat tempat parkir yang disediakan hanya untuk perempuan. Parkiran tersebut hadir setelah seorang perempuan diperkosa.
Melansir The Washington Post, pada akhirnya parkir khusus perempuan tersedia di banyak negara lain, termasuk Austria, Swiss, China, dan Korea Selatan.
"Fakta bahwa area parkir perempuan kami lebih luas hanya karena alasan praktis saja, dan bukan untuk menyiratkan perempuan lebih buruk dalam mengemudi ketimbang pria," ujar salah satu juru bicara pusat perbelanjaan di China.
Baca Juga: 7 Inspirasi Kado untuk Bayi Baru Lahir Ini Dijamin Bermanfaat
Kembali ke Jerman, kepolisian menyebutkan risiko yang ditimbulkan dari tempat parkir yang gelap terlalu dibesar-besarkan. Tapi keberadaan tempat parkir perempuan sudah mendarah daging, hanya sedikit yang berani menghapus kebijakan tersebut.
"Saat ini, tidak ada lagi yang membutuhkan tempat parkir perempuan, terutama di mal-mal yang modern dan terang," tulis seorang jurnalis Werner Mathes dalam kolom opini.
"Di beberapa kota di Swiss, seperti Zurich atau Luzern, mereka telah menyingkirkan tempat parkir itu bertahun-tahun lalu, karena area parkir sekarang jauh lebih terang ketimbang dulu," imbuhnya.
Meski tersedia di sejumlah tempat, nyatanya tidak semua perempuan menggunakan ruang tersebut. Asosiasi Otomotif Jerman (ADAC) menilai area parkir harus dibuat aman dan nyaman untuk perempuan dan pria.
Artinya, tempatnya harus terang, tidak ada titik buta, dan memasang CCTV yang memadai, dan sistem panggilan darurat. Jadi bagaimana ladies, apa pendapatmu tentang parkir khusus perempuan?
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Kirim Doa untuk Timnas Futsal Indonesia, Akun Divisi Humas Polri Malah Dirujak Netizen
-
5 Risiko Pakaian Bekas, Ini Peringatan Dokter Penyakit Kulit
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Film 'The Tank': Tank Tempur dan Penjara Jiwa dalam Peperangan
-
5 Lipstik Matte Lokal Murah Meriah, Nyaman Dipakai Seharian
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Profil Israr Megantara, Anak Tambun yang Hancurkan Iran
-
4 Fakta Menarik Walid Season 2, Olla Ramlan Jadi Karakter Kunci
-
Dinonaktifkan dari Jabatan Anggota DPR, Eko Patrio Kini Punya Julukan Baru 'PBSI'
-
King Emyu Minggir Dulu, King Indo Trending! Timnas Futsal Indonesia Hajar Iran
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar