/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 19:01 WIB
Keberadaan parkir khusus perempuan menuai pro dan kontra. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Indotnesia - Pernah nggak sih kamu lihat ada parkir khusus perempuan di mall, apartemen, dan gedung perkantoran? Secara visual, cat warna pink biasanya menjadi ciri khas parkir ini untuk membedakan dengan parkiran umum.

Keberadaan parkir khusus wanita sendiri memang menuai pro dan kontra. Ada yang merasa terbantu, ada juga yang menganggapnya seksis. Perdebatan ini bahkan sempat ramai di Jerman pada 2015.

Ya, memang awal mula sejarah parkir khusus perempuan berasal dari negara tersebut. Melansir The Local, kemunculan tempat parkir ini pada era 1990-an dengan alasan utama adalah keselamatan.

Perempuan merasa berisiko mendapat serangan seksual di tempat parkir bawah tanah. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi risiko tersebut hingga parkir khusus ini diperkenalkan dan diterapkan di sejumlah lokasi.

Bahkan beberapa wilayah di Jerman mengharuskan pemilik tempat parkir untuk menetapkan 30% area parkir untuk perempuan. Parkir tersebut terletak di dekat pintu keluar parkir mobil, dengan cahaya yang terang, dan di bawah pengawasan CCTV. 

Selain itu, areanya juga lebih luas dari biasanya sehingga memudahkan wanita untuk menggerakkan mobil mereka. Tapi, hal ini juga menimbulkan  kontroversi karena perempuan dinilai sebagai pengemudi yang lebih buruk ketimbang pria.

Keberadaannya tempat parkir ini juga sempat digugat oleh seorang pria pada 2019. Ia merasa didiskriminasi ketika berkunjung ke kota Eichstätt dan melihat tempat parkir yang disediakan hanya untuk perempuan. Parkiran tersebut hadir setelah seorang perempuan diperkosa.

Melansir The Washington Post, pada akhirnya parkir khusus perempuan tersedia di banyak negara lain, termasuk Austria, Swiss, China, dan Korea Selatan. 

"Fakta bahwa area parkir perempuan kami lebih luas hanya karena alasan praktis saja, dan bukan untuk menyiratkan perempuan lebih buruk dalam mengemudi ketimbang pria," ujar salah satu juru bicara pusat perbelanjaan di China.

Baca Juga: 7 Inspirasi Kado untuk Bayi Baru Lahir Ini Dijamin Bermanfaat

Kembali ke Jerman, kepolisian menyebutkan risiko yang ditimbulkan dari tempat parkir yang gelap terlalu dibesar-besarkan. Tapi keberadaan tempat parkir perempuan sudah mendarah daging, hanya sedikit yang berani menghapus kebijakan tersebut.

"Saat ini, tidak ada lagi yang membutuhkan tempat parkir perempuan, terutama di mal-mal yang modern dan terang," tulis seorang jurnalis Werner Mathes dalam kolom opini.

"Di beberapa kota di Swiss, seperti Zurich atau Luzern, mereka telah menyingkirkan tempat parkir itu bertahun-tahun lalu, karena area parkir sekarang jauh lebih terang ketimbang dulu," imbuhnya.

Meski tersedia di sejumlah tempat, nyatanya tidak semua perempuan menggunakan ruang tersebut. Asosiasi Otomotif Jerman (ADAC) menilai area parkir harus dibuat aman dan nyaman untuk perempuan dan pria.

Artinya, tempatnya harus terang, tidak ada titik buta, dan memasang CCTV yang memadai, dan sistem panggilan darurat. Jadi bagaimana ladies, apa pendapatmu tentang parkir khusus perempuan?

Load More