Indotnesia - Akun YouTube Zavilda TV belum lama ini jadi sorotan karena konten eksperimen sosial yang dibuatnya dianggap intoleransi. Pasalnya, sang konten kreator melakukan eksperimen dengan meminta seorang wanita yang berpenampilan terbuka untuk menutup auratnya.
Lalu, apa itu eksperimen sosial seperti yang dilakukan Zavilda?
Menurut Wikipedia, eksperimen sosial (social experiment) adalah suatu percobaan yang berkaitan dengan psikologi atau sosiologis untuk menguji reaksi seseorang terhadap suatu situasi atau peristiwa.
Kegiatan ini biasanya berupa penelitian untuk mengetahui sudut pandang responden tentang suatu kebijakan atau program tertentu. Eksperimen sosial juga digunakan oleh beberapa perusahaan untuk mengumpulkan data tentang pendapat atau minat konsumen terkait produk atau topik tertentu.
Eksperimen Sosial Jadi Konten Medsos
Seiring berkembangnya dunia digital, belakangan muncul konten-konten bertajuk eksperimen sosial yang dilakukan oleh para konten kreator, baik untuk media sosial YouTube, Instagram, TikTok, atau lainnya.
Sebenarnya, eksperimen ini telah menimbulkan banyak masalah etika karena sebagian besar dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan subjek. Apalagi, beberapa pembuat konten biasa memunculkan eksperimen ini dengan model prank atau berpura-pura.
Tujuan konten ini biasanya untuk melihat reaksi dari subjek atau target terhadap adegan yang sudah disusun sebelumnya. Motifnya berbeda-beda, ada yang berpura-pura miskin, menjadi orang gila, atau meminta tolong.
Sementara motif eksperimen sosial Zavilda di Malioboro sebagai seorang wanita bercadar yang ingin mengetahui bagaimana respon seseorang yang berpenampilan seksi jika diminta untuk memakai jilbab atau menutup auratnya. Hal ini dilakukan untuk menarik penonton di akun YouTubenya yang penasaran terhadap reaksi tiap target.
Baca Juga: Ini Pentingnya Eksperimen Sains untuk Dukung Aspek Tumbuh Kembang Anak
Namun, konten Zavilda TV yang didominasi tema tayangan sejenis dianggap bibit intoleransi karena bersifat memaksa dan mengintimidasi suatu perbedaan. Selain itu, dia juga menyematkan deskripsi atau teks pada videonya yang seakan-akan menyudutkan subjek.
Terkait kontroversi kontennya tersebut, Zavilda telah membuat mengklarifikasi bagaimana kejadian sebenarnya dalam akun YouTube @Ezagio VR bahwa tidak ada unsur paksaan dalam konten yang dibuatnya. Karena sudah ada briefing terkait reaksi target dan sudah mendapat izin unggah dari subjek.
Dalam klasifikasi tersebut dia juga meminta maaf jika perbuatannya dinilai intoleransi dan akan lebih baik dalam berkata maupun membuat konten kedepannya.
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123