Indotnesia - Ramai di media sosial seorang wanita membagikan video kebiasaannya makan produk olahan mie dan juga seblak. Namun, di akhir dia memperlihatkan kondisinya di rumah sakit akibat terkena fibroadenoma atau tumor payudara.
Video viral tersebut dibagikan oleh akun TikTok @nanduyy pada Minggu (11/9/2022). Unggahan itu berisi cuplikan foto makanan seperti mie instan, seblak, mie ayam, dan bakso yang biasa dikonsumsi sebelum akhirnya dia masuk rumah sakit.
Dalam unggahannya itu, dia menuliskan keterangan bagi para perempuan untuk menjaga makanannya. Namun, benarkan makan-makanan tersebut dapat menyebabkan tumor atau kanker payudara?
Melansir dari Halodoc, tumor payudara jinak (non-kanker) atau disebut fibroadenoma adalah suatu kondisi terdapat benjolan di area payudara. Kondisi ini bisa dialami oleh semua wanita.
Penyebab tumor ini tidak diketahui secara pasti, tetapi berkaitan dengan hormon reproduksi karena biasanya terjadi pada wanita di usia produktif.
Sementara, melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan terbentuknya kanker payudara, diantaranya:
1. Merokok dan terpapar asap rokok (perokok pasif)
2. Pola makan yang buruk (tinggi lemak dan rendah serat, mengandung zat pengawet dan pewarna)
3. Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
Baca Juga: Jangan Dibuang, Ini Syarat Tukar Uang Robek di Bank
4. Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun
5. Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun
6. Tidak pernah menyusui anak
7. Pernah mengalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan tumor jinak atau tumor ganas
8. Keluarga ada yang mengidap kanker payudara
Di antara faktor-faktor penyebab kanker payudara tersebut, poin 1 dan 2 dapat menjadi risiko yang mungkin timbul pada remaja. Sering mengkonsumsi mie instan dan seblak termasuk dalam pola makan buruk karena kurangnya serat dan risiko bahan pengawet dari mie instan.
Meski hal itu tidak secara khusus terbukti, menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, termasuk tumor atau kanker payudara.
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
-
Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari
-
Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung