/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 17:12 WIB
Spanduk suporter Buyern Munich untuk Tragedi Kanjuruhan yang dibentangkan pada Selasa (4/10/202). (Twitter/eurofootcom)

Indotnesia - Peristiwa menarik terjadi dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Jerman antara Bayern Munich vs Viktoria Plzen pada Selasa (4/10/2022).

Bukan tentang keseruan dalam pertandingan, tetapi ketika aksi suporter Bayern Munich yang membentangkan spanduk besar mengkritik tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan hampir 200 orang.

Dalam spanduk berwarna putih dengan tinta merah yang membentang di tengah tribun penonton, juga tertulis aksi solidaritas untuk mengenang korban jiwa dalam tragedi berdarah dalam dunia sepak bola Indonesia itu.

“More than 100 people killed by the police! (Lebih dari 100 orang meninggal dunia karena polisi!)” tulis spanduk dengan tinta merah.

“We remember those who died in Kanjuruhan (Kami mengingat mereka yang meninggal dunia di Kanjuruhan),” lanjut baris kedua dengan tinta hitam dalam spanduk berbeda berukuran lebih kecil. 

Secara terorganisir, spanduk mulai dibentangkan dalam momen saat one minute silence untuk menghormati mereka yang meninggal selama insiden di Stadion Kanjuruhan. Selain itu, pertandingan tersebut juga dibuka dengan mengheningkan cipta bagi para korban.

Munculnya spanduk tersebut dalam Liga internasional menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap tragedi Kanjuruhan. Apalagi, peristiwa itu juga termasuk sebagai tragedi memilukan dengan kematian suporter terbanyak kedua di dunia.

Insiden di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada Sabtu (1/10/2022).

Suporter yang kecewa, mengungkapkan kesedihannya dengan turun ke lapangan. Seketika, aksi tersebut diikuti dengan suporter lain hingga membuat lapangan jadi gaduh.

Baca Juga: Profil Park Soo-hong, Komedian Korea Selatan yang Jadi Korban Kekerasan Sang Ayah

Polisi lantas bertindak dan mengurai kerumunan massa dengan menembakkan gas air mata. Sayangnya, penanganan yang tidak maksimal membuat sejumlah suporter dilanda kepanikan karena adanya tembakan gas air mata ke arah tribun.

Suasana mulai mencekam saat para suporter harus berdesak-desakan keluar dari stadion. Akibatnya, tercatat 131 orang tewas dan lebih dari 30 orang di antaranya adalah anak-anak.

Load More