Indotnesia - Peristiwa menarik terjadi dalam pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Jerman antara Bayern Munich vs Viktoria Plzen pada Selasa (4/10/2022).
Bukan tentang keseruan dalam pertandingan, tetapi ketika aksi suporter Bayern Munich yang membentangkan spanduk besar mengkritik tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan hampir 200 orang.
Dalam spanduk berwarna putih dengan tinta merah yang membentang di tengah tribun penonton, juga tertulis aksi solidaritas untuk mengenang korban jiwa dalam tragedi berdarah dalam dunia sepak bola Indonesia itu.
“More than 100 people killed by the police! (Lebih dari 100 orang meninggal dunia karena polisi!)” tulis spanduk dengan tinta merah.
“We remember those who died in Kanjuruhan (Kami mengingat mereka yang meninggal dunia di Kanjuruhan),” lanjut baris kedua dengan tinta hitam dalam spanduk berbeda berukuran lebih kecil.
Secara terorganisir, spanduk mulai dibentangkan dalam momen saat one minute silence untuk menghormati mereka yang meninggal selama insiden di Stadion Kanjuruhan. Selain itu, pertandingan tersebut juga dibuka dengan mengheningkan cipta bagi para korban.
Munculnya spanduk tersebut dalam Liga internasional menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap tragedi Kanjuruhan. Apalagi, peristiwa itu juga termasuk sebagai tragedi memilukan dengan kematian suporter terbanyak kedua di dunia.
Insiden di Stadion Kanjuruhan Malang terjadi setelah Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 pada Sabtu (1/10/2022).
Suporter yang kecewa, mengungkapkan kesedihannya dengan turun ke lapangan. Seketika, aksi tersebut diikuti dengan suporter lain hingga membuat lapangan jadi gaduh.
Baca Juga: Profil Park Soo-hong, Komedian Korea Selatan yang Jadi Korban Kekerasan Sang Ayah
Polisi lantas bertindak dan mengurai kerumunan massa dengan menembakkan gas air mata. Sayangnya, penanganan yang tidak maksimal membuat sejumlah suporter dilanda kepanikan karena adanya tembakan gas air mata ke arah tribun.
Suasana mulai mencekam saat para suporter harus berdesak-desakan keluar dari stadion. Akibatnya, tercatat 131 orang tewas dan lebih dari 30 orang di antaranya adalah anak-anak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Review The Boys Season 5: Kritik Tajam Otoritarianisme di Dunia Modern!
-
5 HP Midrange Oppo Terkencang, Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan