Indotnesia - Masyarakat meminta Gilang Widya Pramana selaku Presiden Arema FC turut bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menyebabkan korban jiwa sebanyak 182 orang.
Melalui akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Juragan 99 itu mengungkapkan dukacita dan meminta maaf kepada masyarakat khususnya keluarga korban yang terdampak.
“Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf yang tulus kepada seluruh warga Malang raya yang terdampak atas kejadian ini. Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan seratusan lebih korban jiwa,” tulisnya pada Minggu (2/10/2022).
Dia juga mengatakan manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban termasuk perihal pembiayaan. Selain itu, juga mendukung pengusutan dan investigas.
Melalui konferensi persnya, suami Shandy Purnamasari menyesali kejadian yang terjadi di Kanjuruhan. Dia mengatakan akan berkomitmen untuk membantu proses perawatan untuk korban luka-luka, serta memberikan santunan terhadap keluarga korban meninggal dunia.
“Saya berkomitmen untuk membantu proses perawatan dan pengobatan untuk yang mengalami luka ringan/berat. Saya juga akan memberikan santunan untuk keluarga korban yang meninggal dunia,” katanya.
Diketahui pasca pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang yang berakhir 2-3 muncul sebuah tragedi yang menyebabkan ratusan korban meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut, PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 selama sepekan. Selain itu, pihak Arema FC menerima sanksi tidak dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi di musim ini.
“Terkait sanksi yang pasti kami menerima sanksi dari komdis.Karena fokus kita sekarang adalah pendataan para korban, kemudian bantuan untuk korban yang mengalami luka, lalu santunan untuk korban yang meninggal dunia,” kata Gilang dalam wawancara Kompas TV.
Baca Juga: 14 Tragedi Terbesar di Stadion Sepak Bola dalam 40 Tahun Terakhir
Dalam wawancara yang sama ketika dia ditanya bahwa sanksi tidak boleh bermain di kandang selama satu musim itu terlalu ringan daripada degradasi, Gilang menjawab sanksi tersebut cukup berat baginya.
“Sanksi tidak bisa bermain home (di Malang) sebenarnya sangat memberatkan. Pertama, tidak bisa dapat pemasukan dari tiket. Kedua, sponsor pasti akan komplain karena ketika kita bermain di laga home banyak sekali aktivasi kegiatan yang dilakukan. Ketika, ketika bermain home biasanya kita punya pendukung 12 (supporter) yang menjadi semangat ekstra,” katanya.
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
4 Cara Menata Kamar Tidur Biar Hoki Sesuai Feng Shui, Lengkap dengan Rekomendasi Produk dari Azko
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Jaring Bibit Unggul di Sumatra, 15 Atlet Muda Genggam Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua