/
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 20:46 WIB
Beredar sejumlah mitos tentang tidur, salah satunya kurang tidur bisa bikin meninggal. (Pexels/Ivan Oboleninov)

Indotnesia - Tidur yang cukup memang baik untuk kesehatan tubuh. meski demikian, masih banyak sejumlah mitos yang beredar di masyarakat tentang tidur.

Mitos tersebut ada yang hampir mendekati benar, tapi ada juga yang salah. Namanya juga mitos! Berikut, 4 mitos tentang tidur yang harus kamu ketahui, seperti dikutip dari Medical News Today:

Melatih Tubuh Tidur Kurang dari 7 Jam

Banyak aspek dalam biologi manusia sehingga nggak semuanya punya satu ukuran yang sama untuk semua, termasuk soal tidur. Secara umum, penelitian menyebutkan orang dewasa muda yang sehat, durasi tidur normal adalah 7-9 jam.

Tapi untuk bayi baru lahir, mereka butuh waktu tidur sekitar 14-17 jam per hari. Sementara balita 11-14 jam, anak-anak prasekolah 10-13 jam, anak usia sekolah 9-11 jam, remaja 8-10 jam, dan orang dewasa yang lebih tua butuh waktu tidur 7-8 jam per hari.

Ada rumor yang beredar, kamu bisa melatih tubuh untuk tidur kurang dari 7 jam. Sayangnya, ini hanyalah mitos.

Meski ada orang yang merasa baik-baik saja tidur kurang dari 7 jam, ilmuwan menyebut mereka hanya terbiasa dengan efek negatif dari kurang tidur. Penurunan fungsi pada tubuh terjadi secara bertahap sehingga banyak orang tidak menyadarinya.

Tidur Siang Itu Nggak Sehat

Para ahli umumnya merekomendasikan seseorang menghindari tidur siang supaya jam tidur malam menjadi lebih baik. Tapi kalau seseorang banyak begadang, tidur siang dapat membantu melunasi sebagian utang tidur.

Baca Juga: Sosok Nyata Sosialita Gadungan di Serial 'Inventing Anna' Kini Bebas dari Penjara

Sangat baik untuk tidur siang selama 20 menit. Waktu tersebut cukup memberi tubuh untuk mengisi ulang tenaga, Tidur siang yang lama biasanya akan membuat pusing ketika bangun.

Tapi perlu dicatat, seseorang yang mengalami kelelahan parah di siang hari bisa jadi pertanda gangguan tidur seperti sleep apnea. Para ilmuwan masih perlu melakukan banyak penelitian untuk memecahkan mitos dan misteri pada tidur siang.

Lebih Baik Tidur Lebih Lama

Ada sejumlah orang yang kurang tidur, tapi di sisi lain, ada juga yang justru tidur lebih lama dari yang diperlukan untuk tubuh mereka. Menurut penelitian, durasi tidur yang lama juga berdampak buruk pada kesehatan.

Penelitian selama 6 tahun terhadap 276 orang dewasa menyimpulkan, risiko obesitas meningkat kepada orang yang tidur dengan durasi lebih pendek atau panjang, dibandingkan mereka yang tidur pada durasi normal.

Meta analisis dalam jurnal Sleep juga menyebutkan durasi tidur pendek dan panjang adalah prediktor kematian yang signifikan.

Kurang Tidur Bisa Mematikan

Belum ada catatan tentang seseorang dapat meninggal dunia karena kurang tidur. Meski secara teori, hal tersebut mungkin terjadi, namun ilmuwan memastikan tidak mungkin.

Ada sebuah eksperimen kurang tidur yang ekstrem tapi tidak berakhir fatal. Kasus Randy Gardner pada 1965 membuat remaja usia 16 tahun itu tetap terjaga selama 11 hari 24 jam atau stara 264,4 jam.

Dia diawasi secara ketat oleh rekan-rekan mahasiswa dan pakar tidur. Meski gejala akibat kurang tidurnya kian memburuk, nyatanya ia berhasil selamat.

Gejala yang dialami Gardner, misalnya merasa sulit fokus pada hari kedua tanpa tidur. Pada hari keempat, ia menjadi mudah tersinggung dan tidak kooperatif, bahkan ia berhalusinasi dan delusi.

Pada hari keenam, bicaranya semakin melambat. Sepekan tidak tidur, ingatannya memburuk. Paranoia muncul pada hari ke-10. Pada hari ke-11, ekspresi wajah dan nada suaranya menjadi datar, serta daya ingatnya berkurang signifikan.

Load More