Indotnesia - Tidur yang cukup memang baik untuk kesehatan tubuh. meski demikian, masih banyak sejumlah mitos yang beredar di masyarakat tentang tidur.
Mitos tersebut ada yang hampir mendekati benar, tapi ada juga yang salah. Namanya juga mitos! Berikut, 4 mitos tentang tidur yang harus kamu ketahui, seperti dikutip dari Medical News Today:
Melatih Tubuh Tidur Kurang dari 7 Jam
Banyak aspek dalam biologi manusia sehingga nggak semuanya punya satu ukuran yang sama untuk semua, termasuk soal tidur. Secara umum, penelitian menyebutkan orang dewasa muda yang sehat, durasi tidur normal adalah 7-9 jam.
Tapi untuk bayi baru lahir, mereka butuh waktu tidur sekitar 14-17 jam per hari. Sementara balita 11-14 jam, anak-anak prasekolah 10-13 jam, anak usia sekolah 9-11 jam, remaja 8-10 jam, dan orang dewasa yang lebih tua butuh waktu tidur 7-8 jam per hari.
Ada rumor yang beredar, kamu bisa melatih tubuh untuk tidur kurang dari 7 jam. Sayangnya, ini hanyalah mitos.
Meski ada orang yang merasa baik-baik saja tidur kurang dari 7 jam, ilmuwan menyebut mereka hanya terbiasa dengan efek negatif dari kurang tidur. Penurunan fungsi pada tubuh terjadi secara bertahap sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Tidur Siang Itu Nggak Sehat
Para ahli umumnya merekomendasikan seseorang menghindari tidur siang supaya jam tidur malam menjadi lebih baik. Tapi kalau seseorang banyak begadang, tidur siang dapat membantu melunasi sebagian utang tidur.
Baca Juga: Sosok Nyata Sosialita Gadungan di Serial 'Inventing Anna' Kini Bebas dari Penjara
Sangat baik untuk tidur siang selama 20 menit. Waktu tersebut cukup memberi tubuh untuk mengisi ulang tenaga, Tidur siang yang lama biasanya akan membuat pusing ketika bangun.
Tapi perlu dicatat, seseorang yang mengalami kelelahan parah di siang hari bisa jadi pertanda gangguan tidur seperti sleep apnea. Para ilmuwan masih perlu melakukan banyak penelitian untuk memecahkan mitos dan misteri pada tidur siang.
Lebih Baik Tidur Lebih Lama
Ada sejumlah orang yang kurang tidur, tapi di sisi lain, ada juga yang justru tidur lebih lama dari yang diperlukan untuk tubuh mereka. Menurut penelitian, durasi tidur yang lama juga berdampak buruk pada kesehatan.
Penelitian selama 6 tahun terhadap 276 orang dewasa menyimpulkan, risiko obesitas meningkat kepada orang yang tidur dengan durasi lebih pendek atau panjang, dibandingkan mereka yang tidur pada durasi normal.
Meta analisis dalam jurnal Sleep juga menyebutkan durasi tidur pendek dan panjang adalah prediktor kematian yang signifikan.
Kurang Tidur Bisa Mematikan
Belum ada catatan tentang seseorang dapat meninggal dunia karena kurang tidur. Meski secara teori, hal tersebut mungkin terjadi, namun ilmuwan memastikan tidak mungkin.
Ada sebuah eksperimen kurang tidur yang ekstrem tapi tidak berakhir fatal. Kasus Randy Gardner pada 1965 membuat remaja usia 16 tahun itu tetap terjaga selama 11 hari 24 jam atau stara 264,4 jam.
Dia diawasi secara ketat oleh rekan-rekan mahasiswa dan pakar tidur. Meski gejala akibat kurang tidurnya kian memburuk, nyatanya ia berhasil selamat.
Gejala yang dialami Gardner, misalnya merasa sulit fokus pada hari kedua tanpa tidur. Pada hari keempat, ia menjadi mudah tersinggung dan tidak kooperatif, bahkan ia berhalusinasi dan delusi.
Pada hari keenam, bicaranya semakin melambat. Sepekan tidak tidur, ingatannya memburuk. Paranoia muncul pada hari ke-10. Pada hari ke-11, ekspresi wajah dan nada suaranya menjadi datar, serta daya ingatnya berkurang signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi 2026 Gratis, Bisa untuk Status WA dan Foto Profil
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah