- Masjid Istiqlal menerima 59 sapi dan 7 kambing untuk perayaan Iduladha pada 27 Mei 2026 di Jakarta Pusat.
- Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyumbangkan hewan kurban berjenis limousin seberat satu ton.
- Daging kurban akan didistribusikan kepada pondok pesantren, panti asuhan, dan lembaga mitra melalui proses penyembelihan ramah lingkungan.
Suara.com - Masjid Istiqlal kembali menjadi pusat perhatian menjelang Iduladha 1446 H yang jatuh pada 27 Mei 2026. Tahun ini, masjid kebanggaan nasional itu menerima 59 ekor sapi dan 7 ekor kambing sebagai hewan kurban.
Dari puluhan sapi tersebut, terdapat hewan kurban berukuran jumbo jenis limousin yang berasal dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan bobot diperkirakan lebih dari satu ton per ekor.
”Sapinya kelas berat semua, termasuk sapi istimewa dari Bapak Presiden, Wakil Presiden,” beber Menteri Agama Nasaruddin Umar di komplek Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Selain dari dua pimpinan negara, sejumlah tokoh masyarakat juga turut menyalurkan hewan kurban ke Istiqlal, memperkuat tradisi kurban di masjid terbesar di Indonesia tersebut.
Namun, hingga saat ini belum dirinci berapa ekor sapi yang secara khusus disumbangkan oleh Presiden Prabowo maupun Wakil Presiden Gibran.
Hewan-hewan kurban itu sendiri dijadwalkan baru tiba sepenuhnya di area masjid pada esok hari.
Untuk proses penyembelihan, Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menyiapkan skema pembagian lokasi.
Sebagian hewan akan disembelih di titik penerima, sementara sebagian lainnya diproses langsung di Istiqlal dengan fasilitas yang dirancang ramah lingkungan, sesuai tema Iduladha tahun ini.
Distribusi daging kurban di Istiqlal juga tidak dilakukan secara langsung kepada individu seperti pada umumnya.
Baca Juga: Respons Janji Prabowo, DPR Minta Hapus Klasterisasi Guru dan Jadikan Semua PNS!
”Penyaluran dilakukan ke pondok pesantren, panti asuhan, dan lembaga mitra,” jelas Nasaruddin.
Pendaftaran hewan kurban di Istiqlal masih dibuka hingga hari-hari terakhir Iduladha, dengan proses penyembelihan yang akan berlangsung sampai hari Tasyrik.
Tahun ini, Masjid Istiqlal mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”, yang menekankan bahwa ibadah kurban tidak hanya ritual keagamaan, tetapi juga pesan kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus