Indotnesia - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan masyarakat untuk menghindari penggunaan paracetamol sirup untuk anak, setelah ditemukan ratusan kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak.
Anjuran untuk membatasi penggunaan obat tersebut perlu dilakukan hingga pemerintah menemukan penyebab pasti dari gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak.
Berdasarkan keterangan Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso, di Gambia, Afrika terjadi kasus kematian puluhan anak yang diduga berkaitan dengan tiga produk paracetamol sirup yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).
Meski begitu, Pipirim memastikan bahwa produk tersebut tidak beredar di Indonesia.
Adapun produk paracetamol yang ditemukan dalam kasus kematian anak-anak di Gambia berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Makoff Baby Cough Syrup, Kofex Malin Baby Cough Syrup, Magrip N Cold Syrup, dan Promethazine Oral Solution.
Lebih lanjut, Piprim menyarankan para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memberikan obat kepada anak.
Jika anak mengalami sakit flu dan batuk musiman, disarankan untuk tidak perlu diberi obat. Sebaliknya, ketika sakit tersebut disertai penyakit komorbid seperti asma hingga pneumonia, maka diperlukan penanganan khusus dari dokter.
Selain itu, agar penyakit gagal ginjal akut pada anak tidak semakin meningkat, ia juga mengingatkan kewaspadaan para orang tua untuk terus memantau jumlah dan warna urine yang pekat atau kecoklatan pada anak.
Hal tersebut dapat dilihat apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5 ml/kgBB/jam dalam kurun waktu 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 kjam, maka anak harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Baca Juga: Bertemu Presiden FIFA, Jokowi Sebut Bakal Runtuhkan Stadion Kanjuruhan
Sebelumnya, IDAI menemukan penyakit gagal ginjal akut misterius pada ratusan anak Indonesia.
Jika pada umumnya penyakit ginjal terjadi karena ada masalah ginjal bawaan, tetapi pada pasien anak dalam kasus tersebut awalnya memiliki ginjal normal.
"Sebagai gambaran, anak-anak yang mengalami penyakit ginjal biasanya ada masalah ginjal bawaan. Tapi pada pasien ini, ginjal awalnya normal. Jadi bukan sesuatu kelainan bawaan. Apakah ini terkait dengan obat-obatan batuk, pilek, atau lainnya? Ini masih hal yang perlu kita dalami lebih lanjut. Yang jelas angka kematiannya cukup tinggi. Orang tua tetap waspada, cuma tidak panik berlebihan," jelas Piprim, dikutip dari Suara.com.
Berdasarkan data IDAI, mayoritas anak yang terkena penyakit gangguan ginjal akut misterius masih berusia balita di bawah 2 tahun dan beberapa anak berusia belasan tahun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diskon Grabcar dan Grabfood dari BRI, Klaim di Sini!
-
Ketua Umum PBNU dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan
-
Pemulihan Warga dan Anak-Anak Desa Adat Sade Jadi Perhatian Pascakebakaran
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?
-
Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe