Indotnesia - Penemuan empat jenazah di dalam satu rumah di di Perumahan Citra Garden I Extension, Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu membuat geger warga.
Tim forensik segera melakukan otopsi, namun tidak ditemukan nutrisi hingga lambung kosong. Bahkan, otot-otot tubuh pada jasad-jasad juga mengecil.
Meski muncul dugaan penyebab kematian karena kelaparan, hal tersebut belum bisa dipastikan. Polisi masih menyelidiki kasus kematian satu keluarga itu secara terperinci.
Kasus tersebut memunculkan pertanyaan, seberapa lama manusia dapat bertahan tanpa makanan dan minuman? Lalu, apa efek kelaparan terhadap tubuh kita?
Melansir dari Healthline, tubuh kita butuh asupan makanan dan minuman untuk bertahan. Sebenarnya, para ahli pun belum mengetahui pasti seseorang bisa bertahan hidup tanpa makanan.
Namun, ada sebuah rekor waktu terpanjang seseorang yang bisa selamat meski tanpa makanan dan minum, yakni antara 8-21 hari. Estimasi tersebut berdasarkan kejadian manusia yang masih hidup meski terjebak atau terkubur hidup-hidup.
Tidaklah etis melakukan eksperimen terhadap manusia untuk mengetahui seberapa lama kita dapat bertahan tanpa makanan.
Ada beragam faktor seseorang bisa bertahan hidup dalam kondisi seperti itu, misalnya umur dan kesehatan individu, dan apakah mereka bisa minum atau tidak.
Efek Kelaparan
Baca Juga: Kolaborasi dengan Restoran Lokal, Karens Diner Resmi Akan Buka di Indonesia
Ketika tubuh manusia tidak menerima cukup kalori untuk menjalankan kehidupan, hal tersebut merupakan kondisi kelaparan. Situasi ini bisa terjadi apabila asupan makanan sangat terbatas, atau jika tubuh seseorang tidak dapat mencerna makanan untuk menyerap nutrisi.
Saat sangat kekurangan kalori, maka tubuh mulai berfungsi secara berbeda untuk mengurangi jumlah energi yang dibakar. Jika nutrisi tidak dipulihkan, kelaparan menyebabkan hilangnya nyawa.
Tanpa makanan dan air, waktu maksimal tubuh dapat bertahan diperkirakan sekitar satu minggu. Jika hanya mengonsumsi air saja, waktu bertahan hidup bisa mencapai 2 sampai 3 bulan.
Seiring waktu, asupan makanan yang sangat dibatasi dapat mengurangi usia seseorang. Tubuh menjadi kurus dengan indeks massa tubuh di bawah 18,5, yang kemudian dikaitkan dengan malnutrisi.
Malnutrisi dan berbagai kondisi kesehatan akibat kelaparan dapat menurunkan usia harapan hidup. Ini termasuk penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, kondisi pencernaan, dan kanker.
Sebuah penelitian pada 2018 menyebutkan, seseorang dengan indeks massa tubuh di bawah 18,5 dapat mengurangi usia rata-rata hingga 4,3 tahun untuk pria, dan 4,5 tahun untuk perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja