Indotnesia - Istri Raja Charles III, Ratu Permaisuri Camilla, menjadi sorotan saat dirinya mengenakan mahkota safir berwarna biru milik mendiang Ratu Elizabeth II.
Wanita berusia 75 tahun itu terlihat anggun dengan mahkota safir Belgia, yang dipakainya untuk pertama kali setelah Raja Charles naik takhta.
Camilla memakai tiara itu dalam jamuan kenegaraan di Istana Buckingham pada Selasa (22/11/2022), saat menyambut kedatangan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Inggris.
Melansir People, mahkota safir tersebut pernah dipakai Ratu Elizabeth II saat mengunjungi Singapura pada 1989 dan kunjungan kenegaraan China ke Inggris pada 2015.
Senada dengan potret Ratu Elizabeth II dengan mahkota itu, Camilla juga melengkapi penampilannya dengan gaun renda warna biru karya perancang busana Bruce Oldfield.
Gaun tersebut juga dihiasi tanda kebesaran kerajaan Inggris, yakni selempang biru Order of the Garter dan pin bintang Dane Grand Cross of the Royal Victorian Order.
Selain itu, kalung, anting-anting, dan gelang yang senada dengan mahkota safir biru juga mempercantik penampilannya. Satu set perhiasan tersebut dikenal sebagai King George VI Victorian Suite.
Raja George, ayah Ratu Elizabeth II, memberikan perhiasan safir sebagai hadiah pernikahan putrinya pada 1947. Perhiasan tersebut diyakini berasal dari pertengahan tahun 1800-an, dengan gelang tambahan yang dibuat pada 1960-an.
Meski telah memakai mahkota milik Ratu Elizabeth II, intrik terus menyelimuti sosok Camilla, terutama mahkota apa yang kemungkinan ia kenakan pada penobatan suaminya pada musim semi depan.
Baca Juga: Terungkap, Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet Hampir Tak Bintangi Film Titanic
Sejauh ini, Istana Buckingham mengonfirmasi sang ratu permaisuri juga akan dinobatkan di samping Raja Charles III pada 6 Mei 2023.
Salah satu mahkota yang mungkin ia pakai adalah mahkota yang dibuat untuk penobatan ratu permaisuri terakhir, yakni nenek Charles, Ratu Elizabeth, yang kemudian dikenal sebagai Ibu Suri untuk menghindari kebingungan dengan Ratu Elizabeth II.
Mahkota tersebut berhiaskan berlian Koh-i-Nûr yang kontroversial. Permata 105,6 karat itu awalnya diakuisisi oleh East India Company, yang kemudian dibawa ke Inggris, dan berakhir sebagai koleksi Ratu Victoria.
Kemudian muncul desakan di India agar berlian tersebut dikembalikan. Kepemilikan Koh-i-Nûr juga diklaim oleh Pakistan dan Afghanistan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026