/
Kamis, 24 November 2022 | 16:31 WIB
Penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition mengungkap kopi bisa menurunkan risiko diabetes. (Pexels/ Srshad sutar)

Indotnesia - Laporan International Diabetes Foundation (IDF) pada 2021 menemukan ada 19,5 juta penduduk Indonesia menderita diabetes. Selain gaya hidup, penyakit kencing manis ini juga bisa disebabkan faktor keturunan.

Maka dari itu, sejumlah orang harus waspada apabila anggota keluarganya memiliki riwayat diabetes. Ada cara untuk menurunkan risiko tersebut, salah satunya dengan minum kopi.

Melansir Eat This, Not That, Rabu (23/11/2022), penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan kemungkinan kopi dapat menurunkan risiko diabetes karena faktor keturunan.

Penelitian tersebut melibatkan 4.522 perempuan sebagai partisipan. Mereka memiliki riwayat diabetes melitus gestasional atau diabetes kehamilan. Periode penelitian mulai 1991 hingga 2017 dan partisipan diperika gaya hidupnya setiap dua hingga empat tahun sekali.

Beberapa dari mereka mengonsumsi kopi berkafein dan tanpa kafein. Sampel darah mereka diambil untuk dianalisis. Hasilnya, sebanyak 979 peserta mengidap diabetes tipe 2.

Penelitian mengungkap, minum kopi berkafein secara teratur berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

"Studi ini menarik dan penting karena menunjukkan kopi dapat berdampak positif pada kehidupan perempuan, yang berkemungkinan memiliki penyakit diabetes tipe 2, ujar Pakar Diet di Elderly Assist Inc, Amber Dixon.

"Ada kemungkinan kafein memiliki efek yang berbeda pada wanita daripada pria, yang masuk akal mengingat temuan penelitian ini," imbuhnya.

Menurutnya, bahan aktif kafein pada kopi merupakan stimulan yang membantu menurunkan kadar gula darah. Kafein  menurunkan kadar insulin dan meningkatkan penyerapan glukosa.

Baca Juga: Lebih Sedikit dari Jogja, Berapa Jumlah Penduduk Qatar?

Para peneliti menemukan konsumsi kopi juga berkaitan dengan metabolisme yang lebih baik. Minum kopi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan membantu mempertahankan berat badan dan level tekanan darah yang sehat.

“Selain bertindak sebagai suplemen diet untuk diabetes, kopi dan kafein telah terbukti memiliki beberapa manfaat kesehatan lainnya, termasuk mengurangi risiko penyakit Parkinson karena kandungan antioksidannya, sekaligus mengurangi risiko penyakit Alzheimer,” jelas Dixon.

Meski demikian, jumlah kopi yang dikonsumsi juga punya aturannya. Dixon menjelaskan, minum kopi berkafein dalam jumlah sedang, yakni satu hingga tiga cangkir sehari, yang juga bermanfaat bagi otak, jantung, dna organ lainnya.

Mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari justru akan membahayakan kesehatan. Risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker juga meningkat.

"Kalau minum lima cangkir kopi atau lebih per hari dapat menyebabkan efek samping yang parah seperti insomnia, lekas marah, dan kecemasan," imbuh Dixon.

Load More