Indotnesia - Nama Gitasav kembali jadi bahan rujakan warganet Twitter hingga trending. Kali ini, lantaran konten opini yang menjadikan namanya dibicarakan.
Awalnya, pemilik nama asli Gita Savitri Devi itu mengomentari foto tutup mulut Timnas Jerman. Komentar itu lantas menuai beragam komentar dari warganet karena dianggap pro LGBT.
"Di satu sisi kaya pencitraan ya? Seharusnya kamu bisa melakukan yang lebih baik dari sekadar itu. Di sisi lain phobia LGBT benar-benar mengakibatkan konsekuensi di dunia nyata. Orang-orang kehilangan hak dan hidupnya karena gender dan perbedaan jenis kelaminnya. Jadi lebih baik bersikap seperti itu daripada tidak bicara sama sekali," tulis Gitasav dalam Instastory menjawab pertanyaan warganet.
Karena tulisannya yang dianggap mengkritisi aturan Qatar itu, nama Gitasav menjadi trending di Twitter. Kemudian, pada Sabtu (26/11/2022) dia membuat konten untuk menanggapi warganet terkait komentar dia sebelumnya.
“Kali ini gue menyebut soal pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Qatar saat Piala Dunia dan menggunakan argumen bahwa itu adalah kultur mereka. Di video ini gue beropini kenapa argumen itu problematik dan sarat akan hipokrisi,” tulisnya di akun YouTube Gita Savitri Devi.
Namun, opininya tersebut malah membuatnya kembali diperbincangkan warganet. Akan tetapi, sebenarnya siapa sosok Gitasav atau Gita Savitri Devi?
Melansir dari berbagai sumber, Gitasav adalah konten kreator sekaligus vlogger YouTube kelahiran 27 Juli 1992 di Palembang, Sumatera Selatan. Dia awalnya suka mengcover lagu-lagu yang diunggah di YouTubenya.
Dia telah menikah dengan orang Jerman dan sekarang tinggal di sana. Sejak itu dia mulai aktif membuat konten yang membagikan pengalamannya tinggal di negeri orang. Dia juga suka membuat video tentang pendapatnya terhadap suatu hal atau kejadian yang sedang ramai.
Selain di YouTube, dia juga aktif di Instagram dan telah memiliki 1 juta pengikut. Lewat media sosial itu, dia membagikan opini-opininya atau kata-kata motivasi, seperti tentang hate speech dan xenophobia.
Baca Juga: Acara Jokowi di GBK Sisakan 31 Ton Sampah, DLH Kerahkan 500 Pasukan Orange
Tak hanya membuat konten, dia juga suka menulis bahkan telah menetbitkan buku berjudul Rentang Kisah dan A Cup Of Tea.
Gita adalah orang yang dikenal lugas dalam berbicara, karena itu dia sering mendapat komentar orang. Selain itu, dia juga penganut prinsip childfree, yang kebanyakan orang Indonesia masih menentang hal tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Duel Maut Vinicius Junior vs Erling Haaland: Siapa yang Melaju ke 8 Besar?
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Pemkot Medan dan Pemkab Deli Serdang Dilaporkan ke Ombudsman Sumut, Ini Perkaranya
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Sumsel Tambah 9 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ada Bebaso Palembang hingga Tari Siwar