Indotnesia - Kalau di Indonesia, kita mengenal Gunung Merapi, Gunung Sinabung, Gunung Kelud, dan sebagainya. Ternyata, gunung api tersebut belum termasuk yang terbesar.
Gunung api terbesar di dunia saat ini adalah Mauna Loa yang terletak di Hawaii, Amerika Serikat. Gunung tersebut baru-baru ini erupsi untuk kali pertama setelah hampir 40 tahun.
Melansir BBC, Selasa (29/11/2022), lava terlihat mengalir dari puncak gunung Mauna Loa, sementara penduduk telah diberi peringatan tentang risiko hujan abu. Meski demikian, sejauh ini belum ada perintah untuk melakukan evakuasi.
Mauna Loa tercatat erupsi pada Minggu (27/11/2022) pukul 23.30 waktu setempat. Letusan terjadi di Moku'weoweo, kaldera puncak gunung berapi tersebut. Kaldera adalah cekungan yang terbentuk di bawah puncak pada akhir erupsi.
Erupsi diduga terjadi setelah rentetan gempa bumi di wilayah tersebut, yang juga terjadi pada hari yang sama.
Mauna Loa berada di Taman Nasional Gunung Api Hawaii. Gunung ini memiliki tinggi 4.169 meter di atas permukaan laut dan terbentang lebih dari 5.179 km persegi.
Menurut USGS, Mauna Loa telah meletus sebanyak 33 kali sejak 1843. Erupsi sebelumya pada 1984 mengalirkan lahar sejauh 8 km dari Hilo, kota terpadat di pulau itu.
Namun populasi di Hawaii telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1980 menjadi sekitar 200.000 penduduk. Badan pertahanan sipil setempat mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan warga bakal menghadapi "bencana lava".
"Aliran lava memang jarang menimbulkan risiko bagi kehidupan, namun bisa sangat merusak infrastruktur," kata Dr Jessica Johnson, ahli geofisika gunung api Inggris, yang pernah bekerja di Hawaiian Volcano Observatory.
Baca Juga: Simple Plan dan Hoobastank Bakal Tampil Satu Panggung di Jakarta, Berikut Detail Acaranya
Meski demikian, gas vulkanik dapat menyebabkan masalah pernapasan bagi penduduk setempat. Laporan CNN menyebutkan, langit berwarna merah pada Senin (28/11/2022) dini hari yang berasal dari erupsi Mauna Loa.
"Cahaya itu tidak seperti yang pernah saya lihat di sini selama tinggal di Kona hampir sepanjang hidup saya," ujar penduduk setempat Matthew Liano.
Mauna Loa adalah gunung api aktif terbesar di dunia. Sebenarnya ada gunung berapi lainnya yang lebih besar, namun sejauh ini masuk dalam klasifikasi tidak aktif, artinya dalam waktu yang lama sudah erupsi, atau punah, sehingga hampir pasti tidak akan erupsi.
Mauna Loa terletak di Hawaii, bersama dengan gunung tertinggi di dunia apabila diukur dari dasar bawah air yang hampir 20.000 kaki di bawah permukaan laut, yakni Mauna Kea.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar