Bisnis / Ekopol
Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Kementerian Koperasi membangun 35.000 unit Kopdes Merah Putih yang ditargetkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 mendatang.
  • Sebanyak 15.845 unit telah rampung konstruksinya dan manajer koperasi akan segera ditempatkan setelah menyelesaikan pelatihan pada Agustus nanti.
  • Program ini menghadapi berbagai tantangan krusial, mulai dari pemotongan dana desa, insiden korban jiwa, hingga dugaan praktik korupsi.

Suara.com - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyebut sebanyak 19.539 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih saat ini sedang dalam tahap konstruksi.

Pemerintah menargetkan operasional gelombang pertama jaringan koperasi nasional ini dapat diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 mendatang.

Di sisi lain, Ferry mengonfirmasi bahwa sudah ada 15.845 unit Kopdes Merah Putih yang pembangunannya telah rampung 100 persen, mencakup fasilitas bangunan fisik, gudang, gerai, hingga alat kelengkapan operasionalnya.

"Kemudian yang 100 persen bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845. Yang sedang dibangun 19.539, jadi total kurang lebih 35.000 Bapak Presiden," ujar Ferry dalam laporannya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Penyiapan SDM Manajer Koperasi Selesai Agustus

Guna memastikan tata kelola koperasi berjalan profesional dan akuntabel saat mulai beroperasi, Kementerian Koperasi tengah memfinalisasi program pelatihan dan pendidikan bagi para manajer Kopdes Merah Putih.

Para manajer yang telah dinyatakan lulus pelatihan pada pekan pertama Agustus tersebut akan langsung diterjunkan dan ditempatkan ke seluruh unit Kopdes Merah Putih yang infrastruktur fisiknya sudah siap.

"Insyaallah bersamaan dengan selesainya pelatihan dan pendidikan bagi manajer Koperasi Desa yang direncanakan di minggu pertama bulan Agustus, mereka akan kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya," jelas Ferry.

Ferry secara khusus meminta kesediaan Presiden untuk meresmikan proyek padat karya berbasis kerakyatan ini bulan depan.

Baca Juga: Berduka Atas Tewasnya 5 Peserta Latsarmil, Puan Maharani Dukung Kemhan Hapus Materi Militer

"Nanti atas perkenanan Bapak, kami juga ingin Bapak Presiden meresmikan operasionalisasi dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih nanti insyaallah di bulan Agustus," ucapnya.

Ferry mengklaim, hingga pertengahan Juli 2026, total akta badan hukum Kopdes Merah Putih yang telah diterbitkan oleh pemerintah sudah menembus angka 83.000 badan hukum.

Meski demikian, koperasi desa merah putih belakangan terus menuai sorotan. Rentetan permasalahan dalam tata kelola program ini mencakup beberapa poin mendasar yang dirangkum dari berbagai sumber:

Pemotongan Dana Desa Secara Masif

Kebijakan pengalokasian anggaran untuk program ini menuai keberatan dari para kepala desa. Pasalnya, terjadi pemotongan dana desa dengan persentase yang sangat besar, yakni berkisar antara 58% hingga 70%. Para aparatur desa mengeluhkan pemangkasan ini karena dinilai mengorbankan agenda pembangunan infrastruktur desa lainnya yang tidak kalah penting.

Jatuhnya Korban Jiwa dalam Latihan Militer

Load More