Indotnesia - Belum lama ini viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah laki-laki mempraktekkan jalan dengan cara berjongkok sembari membawa nampan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bintangtimursompok dengan keterangan “bersemangatlah dalam mempelajari sesuatu yang bermanfaat”.
Diketahui, video yang diunggah oleh Karang Taruna Bintang Timur, Imogiri, Bantul, Yogyakarta itu merupakan latihan dalam mempraktekkan budaya laden dodok.
Dalam unggahan tersebut, banyak warganet memberikan komentar salah satunya tentang bagaimana keterampilan laden dodok saat ini semakin langka ditemukan dalam acara-acara warga.
“Sekarang udah langka adab seperti ini.. moga kalian selalu dalah hidup keberkahan kang,” tulis salah seorang warganet.
“Dulu pernah diajarin tapi skrg gak pernah dipakek soale adatnya ilang,” ungkap warganet lainnya.
Dilansir dari laman pemerintah Kalurahan Gadingsari, Sanden, Bantul, laden dodok adalah keterampilan dalam melayani para tamu undangan dengan cara jongkok atau dodok yang biasa dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk keterampilan yang harus dimiliki laki-laki Jawa saat adanya hajatan maupun acara-acara adat dengan seluruh tamu duduk bersila di lantai.
Baca Juga: Link Nonton Connect Sub Indo Full Episode 1-6, Bisa Nonton Maraton!
Laden dodok bukan hanya dimaknai sebagai salah satu budaya khas Jawa yang perlu dilestarikan, tetapi juga merupakan tata cara berperilaku dalam menghormati orang yang lebih tua saat menyajikan makanan atau minuman.
Diketahui, laden dodok termasuk dalam kegiatan nyinom, yaitu aktivitas yang dilakukan oleh kaum muda dalam membantu tetangga yang sedang punya hajat.
Salah satu tugas yang paling khas dari nyinom adalah membantu tuan rumah menyajikan hidangan untuk para tamu.
Kegiatan ini termasuk sebagai salah satu tradisi yang umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Kata nyinom berasal dari Bahasa Jawa yang berarti melayani. Tradisi tersebut biasanya merupakan bentuk dari wujud gotong royong masyarakat dalam membantu tetangga.
Oleh karena itu, tradisi saling membantu dengan melakukan nyinom ini juga seringkali dikaitkan dengan sikap balas jasa. Kelak, jika ada salah satu pemuda lain akan mengadakan acara, mereka para pemuda akan dengan senang hati membantu juga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring