Indotnesia - Jagat Twitter tengah ramai membicarakan cuitan antrean kue yang dijual di musim liburan Natal di Belanda. Sudah antre lama selama dua jam hingga kedinginan, seorang WNI akhirnya kue oliebollen pun di tangan.
Namun ketika dimakan, WNI itu pun terkejut karena oliebollen itu rasanya mirip odading. Menurutnya, itu memang odading tapi bersi Belanda. Cuitan @jastairvine tersebut memperoleh likes lebih dari 53 ribu dan di-retweet lebih dari 10 ribu kali.
Seperti diketahui, kue odading Mang Oleh di Bandung sempat viral pada beberapa tahun lalu setelah promosi yang tidak biasa oleh Ade Londok. Odading adalah roti goreng yang berbentuk kubus atau balok dengan tekstur kulit luar yang renyah.
Odading biasanya digoreng hingga berwarna kecoklatan dengan taburan gula atau wijen pada bagian atasnya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki nama yang berbeda untuk odading seperti bolang-baling (Semarang), gembukan (Solo), kue bantal (Jakarta), kue bohong (Medan), dan sebagainya.
Lalu, sebenarnya apa sih kue oliebollen? Benarkah itu adalah odading versi Bandung?
Melansir Dutch Review, orang Belanda memang memiliki tradisi untuk memakan oliebollen saat Natal dan Malam Tahun Baru. Oliebollen adalah kue berbentuk bola-bola kecil yang digoreng dalam minyak panas.
Kalau diterjemahkan, oliebollen berarti bola minyak. Kudapan ini biasa dikonsumsi dengan isian kismis atau taburan gula bubuk di atasnya. Tak jarang, kayu manis atau apel juga ditambahkan ke dalam adonan.
Meninjau dari sejarahnya, tidak ada yang tahu pasti kapan orang Belanda pertama kali membuat oliebollen. Namun, terdapat lukisan karya Aelbert Cuyp pada 1652 yang menggambarkan panci masak dengan oliebollen di atasnya.
Sebagian meyakini, oliebollen kemungkinan sampai ke Belanda dibawa oleh orang-orang Yahudi Sephardic Portugal dan Spanyol yang terpaksa melarikan diri pada Abad Pertengahan.
Baca Juga: Mau Galang Dana untuk Indra Bekti, Aldila Jelita Diminta Warganet Bersikap Bijak
Ada juga kisah lain ketika penduduk Republik Batavia dan Frisia membuat makanan yang terbuat dari semacam adonan berlemak setiap pergantian tahun. Hal tersebut untuk menghindari kebengisan Dewi Perchta.
Ia dipercaya akan berkeliling pada musim dingin untuk merobek perut orang-orang yang memiliki lemak perut. Namun, mereka yang mengonsumsi adonan berlemak tersebut akan selamat.
Ketika Belanda menguasai perdagangan dunia pada abad ke-17, mereka dengan mudah memperoleh minyak zaitun dan tepung. Dengan begitu, kue menjadi lebih tebal dan digoreng dengan minyak lebih banyak.
Hingga kemudian lahirlah oliebollen versi modern saat ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras