Indotnesia - Sebuah video ustadzah yang sedang melantunkan tilawah Qur’an dalam acara Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW belum lama ini viral di media sosial.
Pasalnya, ustadzah yang diketahui bernama Hj Nadia Hawasyi itu sedang mengaji, lalu disawer oleh dua orang laki-laki yang datang ke atas panggung.
Video viral yang banjir kritikan dari warganet, salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Hilmi28, pada Kamis (5/1/2022).
Dalam keterangan video yang diunggahnya, pemilik akun dengan nama lengkap Hilmi Firdausi itu mengkritik perilaku para laki-laki yang melakukan sawer saat ustadzah melantunkan ayat-aya suci Al-Qur’an.
“Mohon Majlis Ulama dan juga para asatidz setempat mengingatkan bahwa hal ini sangat niradab. Bukan bgtu cara memuliakan para Qori/ah. Kalau ingin memberi bisa dgn cara yg berakhlaq. Ini tilawatil Qur'an bukan dangdutan,” tulisnya.
Pada video yang viral, terlihat satu orang laki-laki berdiri di samping ustadzah yang sedang mengaji, kemudian menghamburkan sejumlah uang kertas tepat di atas kepalanya.
Tak sampai disitu, aksi saweran lainnya juga dilakukan oleh seorang pria yang secara sengaja menggulung sejumlah uang kertas, lalu diselipkan ke jilbab yang dikenakan oleh sang qori’ah.
Aksi tersebut memicu kritikan dari sejumlah warganet, bahkan beberapa dari mereka menyarankan agar para jamaah tersebut memberikan uang kepada ustadzah tersebut dengan amplop daripada lewat saweran.
“mending uangnya dimasukin amplop, dikasih setelah acara,” ungkap salah seorang warganet.
Baca Juga: Memahami Apa Itu Dana Darurat, Manfaat, serta Cara Mempersiapkannya
“Astaghfirullah…mana itu aki2 nyawer sampe megang2 jidat qoriahnya.. Naudzubillah, ayat Alquran cuma sampe di bibir doang,” tulis warganet lainnya.
“Qori'ah sedang melantunkan Ayat-ayat Allah kok dianggap/disamakan bagaikan Biduan Dangdut sedang nyanyi di Panggung.. Kebiasaan tuh orang suka nyawer Pedangdut Koplo di Hajatan,” kritik warganet lain.
“Bagaimana ini, orang baca Alquran di sawer macam gini... Janganlah kita ngikuti budaya2 orang Pakistan dan sekitarnya. Kalo menurut saya ini bukan penghargaan, tapi penghinaan... Jangankan di sawer, di tepuk tangan ajah udah gak etis... Cukuplah berucap Masya Allah,”
Selain memicu kritikan dari warganet, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis juga angkat suara dan menyebut aksi sawer saat ustadzah mengaji telah melanggar nilai-nilai kesopanan.
“Ini cara yg salah dan tak menghormati majelis. Perbuatan haram dan melanggar nilai2 kesopanan. Hentikan acara dan perbuatan seperti ini. Mhn ulama dan tokoh masyarakat menolak ini dan jangan menganggap ini tradisi yg baik. Jelas cara ini bertentangan dg ayat2 yg dibaca qori’ah,” ungkapnya dalam komentar video viral yang beredar di Twitter, pada Kamis (5/1/2022).
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik