Indotnesia - Kasus penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo masih terus jadi perbincangan warganet, bahkan ada yang mengungkap tentang nilai IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif.
Nilai Mario pada semester satu tahun 2022 disebut-sebut hanya 1,03 dari skala 4. Netizen pun ramai-ramai membicarakan hal itu hingga menjadi trending di Twitter pada Minggu (16/2/2023).
Buntut dari kasus penganiayaan yang menyebabkan korban koma itu membuat Mario di-drop out oleh pihak kampus yakni Universitas Prasetiya Mulya. Bicara soal IPK, di Indonesia penggunaan IPK mulai diterapkan pada jenjang perguruan tinggi. Dengan range 0,0-4.0, IPK menjadi standar penilaian akumulasi keseluruhan seorang mahasiswa selama kuliah.
Dalam Bahasa Inggris, IPK disebut GPA atau Grade Point Average. Di sejumlah negara, GPA dipakai oleh sekolah menengah. Sekolah atau perguruan tinggi akan menerjemahkan nilai huruf ke sekala numerik dengan nilai terbesar 4.
Nilai tersebut penting bagi murid untuk masuk ke perguruan tinggi, memperoleh beasiswa, dan bahkan mencari pekerjaan setelah lulus.
Melansir Best College, nilai A+ dan A biasanya diterjemahkan dalam skala numerik menjadi 4, sementara A- menjadi 3,7, B+ menjadi 3,3 dan seterusnya hingga F menjadi 0,0.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan nilai IPK selama kuliah di perguruan tinggi?
Jangan Absen atau Bolos
Supaya kamu memahami mata kuliah dan tugas yang diberikan, usahakan untuk selalu menghadiri kelas secara rutin, kecuali kalau kamu sakit atau ada keperluan lain yang mendesak.
Baca Juga: Cara Mengatasi Mata Panda Hanya dengan Bahan-bahan di Rumah
Kalau rajin ikut kelas, kamu akan lebih mudah mendengar pengumuman di menit-menit terakhir. Selain itu, kamu bisa membangun hubungan yang kuat dengan teman dan dosen.
Atur Pengingat
Manusia memang nggak lepas dari lupa. Maka, usahakan catat semua tugas atau rencana dengan aplikasi di smartphone. Kamu juga bisa memetakan tenggat waktu pengerjaan sebelum deadline. Ingat jangan pakai SKS alias Sistem Kerja Semalam.
Fokus pada Akademik
Boleh-boleh aja ikut Unit Kegiatan Mahasiswa, tapi jangan sampai melupakan kewajiban utama di bidang akademik. Kalau memang sudah menganggu kegiatan kuliah utama, sebaiknya kamu mengurangi ekstrakurikuler.
Bertemu Dosen pada Jam Kerja
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Detik-detik Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti: Kegagalan ke-8 La Pulga