Indotnesia - Wacana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) soal jam masuk sekolah menjadi pukul 05.00 WITA bagi pelajar setingkat SMA menuai kontra dari publik.
Banyak yang mengkhawatirkan hal tersebut mengganggu kegiatan belajar-mengajar, terutama bagi murid, yang harus bangun lebih pagi sehingga mengurangi jam tidur mereka.
Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas sangat diperlukan manusia untuk dapat beraktivitas dengan baik, termasuk bersekolah. Sebagai informasi, menurut National Sleep Foundation, berikut lama waktu tidur yang baik:
- Lansia 65 tahun ke atas: 7-8 jam
- Dewasa 26-64 tahun: 7-9 jam
- Anak muda 18-25 tahun: 7-9 jam
- Remaja 14-17 tahun: 8-10 jam
- Anak usia sekolah 6-13 tahun: 9-11 jam
- Anak pra-sekolah 3-5 tahun: 10-13 jam
- Balita 1-2 tahun: 11-14 jam
- Bayi 4-11 bulan: 12-15 jam
- Bayi baru lahir 0-3 bulan: 14-17 jam
Lalu, apa dampaknya bagi pelajar yang kurang waktu tidurnya?
Menurut CDC, tidur yang cukup berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan pelajar. Murid harus tidur cukup di malam hari untuk membantu tetap fokus, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan kinerja akademik.
Anak-anak dan remaja yang kurang tidur berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, obesitas, kesehatan mental yang buruk, dan cedera.
Mereka juga cenderung memiliki masalah perhatian dan perilaku, yang berkontribusi pada hasil prestasi akademik yang buruk di sekolah. Kombinasi antara waktu tidur yang larut dan jam masuk sekolah yang lebih awal menyebabkan sebagian remaja tidak cukup tidur.
Penelitian CDC memperlihatkan jam masuk sekolah yang lebih siang membuat lebih banyak murid mendapatkan waktu tidur cukup.
Baca Juga: Viral Video Pemaksaan Minum Miras Oplosan, Ini Bahaya Konsumsi Alkohol 96%
Pada 2014, American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas memulai jam masuk tidak lebih awal dari pukul 08.30. Dengan begitu, remaja bisa tidur sesuai jam yang dibutuhkan.
Kombinasi tidur yang berkualitas dengan jam masuk masuk sekolah akan memungkinkan remaja menjadi lebih sehat dan berprestasi akademik lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Pesona Gazgas Hummer Pro 150, Motor Cita Rasa Lokal Harga ala Vario: Alternatif KLX dan WR 155
-
Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya
-
5 Hydrating Toner Under Rp50 Ribu: Lembap Maksimal Gak Bikin Kantong Bolong
-
KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, iPhone XS Rp 231 Ribu Laku Rp 34 Juta
-
3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
-
Pria Tewas Dikeroyok di Pematangsiantar, Berawal Cekcok Harga Tato
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar