/
Rabu, 22 Februari 2023 | 09:44 WIB
Penyakit demam keong dapat menular ke manusia ketika ada kontak dengan air yang terkontaminasi. (Pexel/Laura reed)

Indotnesia - Belum lama ini daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) ramai jadi perbincangan, setelah ada lebih dari 200 orang yang terkena wabah penyakit demam keong.

Diketahui, demam keong termasuk penyakit endemik atau hanya muncul dalam wilayah tertentu dan di Sulawesi Tengah, banyak ditemukan terjadi di Kabupaten Poso dan Sigi.

Sesuai dengan namanya, penyakit demam keong terjadi akibat dari infeksi cacing parasit yang disebabkan oleh keong atau siput air.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu demam keong, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Demam Keong?

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, demam keong atau juga dikenal dengan nama ilmiah schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit schistosoma juponicum.

Cacing itu bisa ditemukan pada siput air tawar dan dapat masuk ke tubuh manusia ketika adanya kontak dengan air yang terkontaminasi, lalu menyebar ke organ tubuh khususnya ke hati melalui pembuluh darah.

Setelah itu, cacing akan hidup di pembuluh darah, terutama pada kapiler darah dan vena kecil dekat selaput usus.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit demam keong akan mengakibatkan kelainan pertumbuhan pada anak-anak dan kelemahan kognitif.

Baca Juga: Resep Sotong Ala Penjual Tahu Bulat, Dijamin Enak!

Adapun gejala penyakit demam keong yang perlu diwaspadai, di antaranya yaitu:

1. Gatal dan ruam kulit

2. Demam

3. Panas dingin

4. Batuk

5. Nyeri otot

6. Sakit perut

7. Pembesaran hati

8. Urine berdarah

9. Kesulitan atau nyeri saat buang air kecil

10. Darah dalam feses

Selain itu, pada sejumlah kasus langka, telur cacing penyebab penyakit demam keong dapat menyebar ke orang atau sumsum tulang belakang yang dapat memicu kejang, lumpuh, dan radang pada sumsum tulang belakang.

Untuk pencegahan penyakit demam keong dapat dilakukan dengan menghindari beraktivitas di kolam, danau atau sungai air tawar yang mungkin memiliki siput, hindari juga mengonsumsi air mentah, dan pastikan ketersediaan air bersih, khususnya pada penggunaan jamban.

Load More