Indotnesia - Viral video dari akun TikTok @edylonchenk yang memperlihatkan wawancara dengan seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM). Mahasiswi bernama Etis ternyata mengambil jurusan teknik nuklir di fakultas teknik.
Video yang telah ditonton lebih dari 10 juta kali itu mengungkap kalau jurusan tersebut termasuk sedikit peminatnya, hanya 60 orang untuk satu angkatan. Bahkan teknik nuklir UGM menjadi satu-satunya di Asia Tenggara.
Memang, mahasiswa teknik nuklir itu belajar apa aja sih?
Nuklir kerap mendapat stigma karena radiasinya yang berbahaya bagi manusia. Bahkan, nuklir juga menjadi salah satu senjata yang ditakuti. Namun sebenarnya, nuklir memiliki manfaat yang jauh lebih besar bagi kehidupan.
Menurut keterangan Etis, mahasiswa jurusan teknik nuklir belajar tentang interaksi antar-atom dan bagaimana itu bisa menghasilkan energi, serta bagaimana energi tersebut dapat dikonversi untuk kehidupan sehari-hari.
"Miss concept sih. Jadi sebenarnya yang orang banyak pikirkan adalah misalnya bapak pernah lihat PLTN, itu yang cerobong asap besarnya itu, mereka kira itu mengeluarkan zat kayu aktif, sebenarnya itu hanya uap air," ujarnya.
"Jadi sebenarnya PLTN itu adalah pemanas air paling kompleks sedunia. Jadi bagaimana kita memanaskan air untuk memutar turbin seperti kayak batu bara segala macam, tapi kita menggunakan reaksi nuklir," jelasnya.
Melansir dari situs resmi UGM, ternyata para mahasiswa yang ambil program studi nuklir ini belajar pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.
Teknologi nuklir tersebut dipakai untuk kesejahteraan manusia, pemanfaatan bahan galian, radioaktif secara aman, pemanfaatan radioaktif, dan radiasi di rumah sakit, industri, dan pembangkit listrik.
Baca Juga: Gara-gara Ayam Goreng dan Ramen, Jimin BTS Menangis?
Lulusan teknik nuklir memiliki prospek karier untuk bekerja di berbagai industri termasuk industri permesinan, industri energi dan jasa yang menerapkan teknologi nuklir, eksplorasi minyak dan gas bumi, industri informatika dan pendidikan tinggi.
Dulu, Indonesia memiliki Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang kini dilebur menjadi BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama LIPI, BPPT, dan Lapan.
Peleburan ini mendapatkan pro dan kontra karena pengembangan teknologi nuklir sangat penting di Indonesia. Bahkan pemerintah berharap Indonesia mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan penelitian dan pengembangan teknologi pembangkit listrik berbasis energi baru.
Pemerintah juga telah memasukkan PLTN dalam strategi energi nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014. Kalian tertarik nggak nih kuliah di teknik nuklir?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
3 Serum Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
UMKM Antre Ajukan KUR Perumahan, Kuota Dinaikkan Jadi Rp50 Triliun
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
-
PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme
-
DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat
-
'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya
-
Jurnalis-Masyarakat Sipil di Medan Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng