Indotnesia - Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal usai jatuh dari lantai 11 salah satu hotel di Kawasan Jalan Colombo, Yogyakarta pada Sabtu (8/10/2022).
Hingga saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki terkait penyebab kematiannya. Dugaan sementara, pemuda yang merupakan mahasiswa baru (Maba) Fisipol UGM itu melakukan aksi bunuh diri.
Bunuh diri adalah suatu tindakan di mana seseorang dengan sengaja mengakhiri hidupnya. Bukan tanpa alasan, bunuh diri biasanya dilakukan akibat banyak faktor yang membuatnya stres, misalnya masalah yang tengah dilaluinya terus berlarut-larut.
Melansir Verywell Mind, ada beberapa faktor yang dapat mengarahkan seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri.
1. Penyakit kejiwaan
Meski ada berbagai macam faktor yang menyebabkan seseorang bunuh diri, tetapi yang paling umum adalah perasaan depresi. Depresi dapat membuat seseorang merasakan sakit emosional hingga perasaan kehilangan harapan.
Karena itu, seorang yang depresi menganggap bunuh diri sebagai cara yang ampuh untuk menghilangkan rasa sakit itu, alih-alih mengakhiri hidupnya.
2. Stres traumatik
Seorang yang memiliki pengalaman traumatis, seperti pelecehan seksual, kekerasan dan sebagainya yang didapat saat kecil atau dewasa memiliki risiko bunuh diri.
Baca Juga: 4 Mitos tentang Tidur, Salah Satunya Kurang Tidur Bisa Mematikan
3. Pengunaan zat dan impulsif
Penggunaan zat seperti alkohol dan narkoba dapat membuat seseorang mengalami depresi dan gangguan psikologis. Hal itu juga dapat mempengaruhi mereka untuk bersikap impulsif atau bertindak tidak sesuai kehendaknya, seperti bunuh diri.
4. Kehilangan atau takut kehilangan
Seseorang akan merasa ingin mengakhiri hidupnya ketika merasa kehilangan atau takut kehilangan sesuatu. Situasi itu dapat mencakup kegagalan akademik, dipermalukan, masalah keuangan, putus cinta, atau kehilangan status sosial.
5. Putus asa
Keputusasaan yang dimiliki seseorang baik dalam jangka panjang atau jangka pendek bisa membuat seseorang bunuh diri. Mungkin perasaan ini muncul sebagai akibat seseorang menghadapi tantangan sosial atau fisik, tetapi tak melihat cara menghadapi situasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Curhat Trio Brasil Persija Usai Gagal Juara, Singgung Rekor dan Loyalitas Jakmania
-
'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia
-
Sholat Idul Adha Jam Berapa? Catat Jadwal Lengkap di Alun-Alun Kidul Jogja 2026
-
Sisi Gelap Unboxing: Adu Cepat Sampai Rumah, Adu Lama Terurai di Tanah
-
Drama Mouse: Ketika Sosok Paling Baik Ternyata Menyimpan Sisi Mengerikan
-
Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah
-
Lionel Messi Cedera Hamstring, Inter Miami Ungkap Kondisinya Jelang Piala Dunia 2026
-
Indonesia Darurat Sampah Plastik: Apakah Kebiasaan Belanja Online Kita Penyebabnya?
-
Huma Kusa Danau Sipin, Sensasi Liburan Tepi Danau Estetik di Kota Jambi
-
Bukan Cuma Lucu, Ada Makna Mendalam di Balik Viral Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' Menurut Golkar