- Peneliti Formappi Lucius Karus menilai DPR di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026, telah kehilangan fungsi pengawasannya.
- Dominasi partai koalisi pemerintahan Prabowo Subianto membuat DPR kini berfungsi sebagai juru bicara pemerintah saja.
- Melemahnya fungsi kontrol lembaga legislatif tersebut berdampak pada hilangnya prinsip pengimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi.
Suara.com - Peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai semakin jauh dari fungsinya sebagai corong aspirasi rakyat sekaligus pengawas jalannya pemerintahan.
Penilaian tersebut muncul mengingat sebagian besar partai di parlemen merupakan bagian dari koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, mengatakan peran DPR saat ini tidak jauh berbeda dengan Badan Komunikasi Pemerintah yang bertugas sebagai juru bicara pemerintah.
"Bahkan Qodari (Kepala Bakom RI) dianggap belum cukup jadi juru bicara presiden," kata Lucius di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Alih-alih menjadi lembaga penyeimbang, DPR justru dinilai kerap terkesan hanya menjadi 'tukang stempel' bagi setiap kebijakan pemerintah.
Lucius menduga hilangnya taji institusi wakil rakyat itu disebabkan dominannya partai-partai pendukung pemerintah yang menguasai kursi di DPR.
"Kalau DPR sudah jadi bagian dari pemerintah, maka percuma semua. Fungsi kontrol itu dijalankan oleh DPR terhadap pemerintah itu semua jadi catatan di atas kertas saja," tambahnya.
Menurut Lucius, jika kondisi tersebut terus terjadi, prinsip check and balance dalam sistem demokrasi akan kehilangan makna. Padahal, DPR dibentuk sebagai salah satu pilar utama dalam menjalankan fungsi demokrasi.
Ia bahkan mempertanyakan urgensi keberadaan 580 anggota DPR apabila lembaga tersebut tidak mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.
Baca Juga: Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari
Lucius juga mencontohkan gurauan Presiden Prabowo yang menyebut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tidak akan menjadi siapa-siapa jika bukan karena dirinya sebagai sesuatu yang tidak pantas.
Meski Dasco merupakan bawahan Prabowo di Partai Gerindra, Lucius menilai pernyataan tersebut tidak etis disampaikan kepada pimpinan lembaga tinggi negara yang kedudukannya setara dengan presiden.
"Kita harus pikirkan bagaimana melahirkan DPR yang tidak mudah tunduk di bawah kendali presiden seperti sekarang."
Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus berlangsung, ia pesimistis DPR akan mampu menyuarakan aspirasi masyarakat secara maksimal.
Selain itu, Lucius juga mengkhawatirkan melemahnya fungsi DPR dapat membuat kekuasaan eksekutif menjadi semakin absolut dan berpotensi berjalan tanpa kritik.
Reporter: Alif Bintang
Tag
Berita Terkait
-
Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
-
Lapor Prabowo Soal 18 Kepala Daerah Kena OTT, Tito Soroti Background Artis hingga Pengusaha
-
Prabowo Buka Sinyal Destry Jadi Gubernur BI Definitif: "Kayaknya Gimana? Oke Nggak?"
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat
-
Jatim Media Summit 2026: AI Disebut Jadi "Jalan Pulang" Jurnalisme
-
DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat
-
'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya
-
Jurnalis-Masyarakat Sipil di Medan Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng
-
Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan
-
Bakal Ada Reshuffle Kabinet Agustus 2026? Mensesneg Beri Bocoran soal Pengisian Kursi Kosong
-
Rencana Pesta Buyar! Polres Jombang Sapu Bersih Sabu dan Miras Ilegal
-
Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok