Indotnesia - Berhenti merokok bukanlah persoalan mudah, terlebih bagi mereka yang sudah kecanduan. Perokok di Indonesia tidak hanya dewasa, yang jumlahnya mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir.
Perokok remaja juga menjadi fenomena yang harus segera ditangani. Meski mengalami penurunan, jumlah perokok usia 15-19 tahun di Indonesia termasuk tinggi, yakni 9,98% pada 2021.
Laporan Riset Kesehatan Dasar menyebutkan ada 52,1% perokok yang pertama kali merokok pada usia 15-19 tahun. Merokok dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker, masalah paru-paru, infeksi, dan bahkan kematian.
Sebagai generasi penerus bangsa, remaja harus menghindari rokok dan hidup sehat hingga dewasa. Lalu, bagaimana cara berhenti merokok bagi remaja? Berikut sejumlah tipsnya, seperti dilansir dari Kids Health:
Atur Target
Pilihlah hari di mana kamu akan berhenti merokok. Catat di kalendar dan bilang kepada teman serta orang tua (jika mereka tahu) kalau kamu mau berhenti merokok di hari itu.
Orang tua dan teman yang baik tentu akan mendukung rencanamu dan membantumu, bahkan mengarahkanmu untuk mendapatkan bantuan.
Buang Rokok
Buang semua rokokmu. Kalau rokok masih ada di sekitarmu, mungkin kamu akan kesulitan lepas dari rokok. Jadi buang semua rokok, korek api, vape, asbak, atau apa pun yang masih berhubungan dengan rokok.
Baca Juga: Bukan Menghindari Mantan Istri, Ini Alasan Tom Cruise Nggak Datang ke Acara Oscars
Cuci Baju
Semua rokok sudah dibuang, maka langkah selanjutnya adalah mencuci baju yang terpapar asap rokok. Kalau kamu merokok di dalam mobil atau ruangan tertentu, jangan lupa juga dibersihkan ya!
Pikirkan Pemicu Kebiasaan Merokok
Coba pikirkan lagi kira-kira apa pemicu kebiasaan merokok. Mungkin saja lingkungan rumah, teman, atau saat kamu minum kopi, dan sebagainya. Renungkan kembali situasi apa yang secara otomatis membuatmu merokok.
Setelah kamu menemukan pemicunya, kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti memutuskan rantainya. Misal kamu merokok setelah makan, maka lakukan hal lain setelah makan, contohnya jalan kaki atau ngobrol.
Berikutnya, kamu harus mengubah tempat. Misal, saat kamu pergi bersama ke suatu tempat dengan teman-temanmu yang memicu untuk merokok, maka ganti saja tempat nongkrongnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar