Indotnesia - Setiap tahun, kita memperingati Hari Buku Sedunia atau World Book Day pada 23 April. Momen ini sekaligus bersamaan dengan Hari Hak Cipta atau Copyright Day.
Tanggal 23 April juga menjadi simbolis dalam sastra dunia, di mana penulis terkemuka dunia seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega meninggal pada hari ini.
Buku adalah jendela dunia. Nggak jarang, orangtua menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak mereka sejak dini. Orangtua melakukan aktivitas membaca buku bersama anak-anak, bahkan meski mereka belum bisa membaca.
Lalu, mengapa aktivitas membaca buku harus dilakukan sejak bayi?
Bayi yang baru lahir memang belum bisa memegang buku atau memahami huruf. Namun nggak pernah ada yang terlalu cepat untuk mengenalkan mereka dengan buku.
Melansir Very Well Family, penelitian pada 2019 menemukan bayi yang setiap hari diajak membaca buku terpapar sekitar 78.000 kata. Bahkan sampai usia 5 tahun, mereka akan mengenal lebih dari 1,4 juta kata.
Paparan kata-kata dari buku itu berdampak langsung dengan kemampuan berbahasa mereka di masa depan. Membaca sejak dini juga salah satu cara orangtua untuk memastikan anak-anak sukses secara akademik.
Membaca buku membantu perkembangan bayi. Nggak hanya bayi jadi terbiasa dengan suara dan kata yang berbeda, tapi juga menciptakan kecintaan pada buku dan hasrat untuk membaca.
Selain itu, membaca buku juga membangun imajinasi bayi dan membantu mereka belajar tentang dunia sekitar.
Baca Juga: Tuntutan Dibatalkan, Keluarga Korban Penembakan Tetap Gugat Aktor Alec Baldwin
Meskipun bayi belum mengerti apa yang orangtua katakan saat membaca buku, otak mereka mendapat manfaat dari membaca, seperti:
- Memberi bayi informasi tentang dunia di sekitar mereka
- Mengajari mereka pentingnya komunikasi
- Membangun keterampilan mendengarkan, memori, dan kosa kata
- Memperkenalkan banyak hal seperti angka, huruf, warna, dan bentuk
Lalu, kapan mulai membacakan buku untuk bayi? Menurut American Academy of Pediatrics menyarankan agar aktivitas membaca untuk bayi adalah sejak mereka lahir. Dengan begitu, bayi dapat belajar dan mengenali suara.
Bayi dapat mengenali nada dan ritme, serta suara dari orangtua akan menenangkan mereka. Jadi, sudahkah kamu membacakan buku untuk anak-anak kalian?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
BABYMONSTER Siap Comeback Bawa Single Baru Bulan Juni, Sugar Honey Ice Tea
-
Hitung Mundur! Hotel Sultan Wajib Dikosongkan Juni 2026, Tak Ada Lagi Alasan Menunda
-
Resep Bolu Ketan Gluten Free, Imbas Lagu Viral 'MBG Mas Bahlil Ganteng'
-
Segini Besaran Gaji Ke-13 ASN 2026, Kapan Jadwal Cairnya?
-
Tembus 1 Juta Penonton, Inilah Alasan Colony Jadi Film Korea Paling Viral
-
10 Fakta Dugaan Kecurangan Seleksi Paskibraka Sulsel Versi PPI Makassar
-
Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi
-
Sapu Bersih AMAs 2026: BTS Buktikan Dominasi Global Lewat Album Arirang!
-
10 Link Download Takbiran Idul Adha MP3 Nonstop Paling Merdu dan Menyentuh Hati
-
Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Apa Jadinya?