Indotnesia - Nama Raline Shah tengah jadi perbincangan publik setelah dirinya tampil dalam gelaran penghargaan Cannes Film Festival 2023 di Cannes, Prancis, pada Sabtu (20/5/2023) waktu setempat.
Kehadiran Raline Shah yang tampil mengenakan kebaya tradisional berwarna biru yang menawan sukses mencuri perhatian publik Tanah Air hingga namanya jadi trending Twitter dengan lebih dari 7 ribu cuitan warganet, Senin (22/5/2023).
Sejumlah warganet memuji penampilan menawan aktris berusia 38 tahun itu dan sebagian lainnya mempertanyakan mengapa pemain film 5 Cm tersebut bisa datang di ajang bergengsi itu.
“Btw, kenapa kak raline selalu diundang ke acara bergengsi gini ya? Beliau ada project film apa emg? Atau emg delegasi dr indo?” tanya salah seorang warganet.
Diketahui, Raline menghadiri Cannes Film Festival 2023 dalam rangka menghadiri undangan premier film ‘Killers of the Flower Moon’ yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio.
Nah, untuk kamu yang belum mengetahui apa itu Cannes Film Festival, simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Cannes Film Festival?
Cannes Film Festival adalah ajang festival film tahunan yang pertama kali diadakan pada 1946 di Cannes, Prancis.
Dalam festival ini menayangkan film-film baru dari seluruh genre yang ada, termasuk film dokumenter dari seluruh dunia.
Baca Juga: Selain Bikin Penampilan Menarik, Senyum Juga Bermanfaat untuk Kesehatan
Setiap tahunnya, Cannes Film Festival diadakan pada bulan Mei dan termasuk salah satu dari ‘Big Three’ bersama dengan Festival Film Venesia dan Festival Film Internasional Berlin.
Sebelum dimulai acara, dewan direksi Festival bakal menunjuk juri yang bertanggung jawab memilih film mana yang akan menerima penghargaan Cannes.
Adapun juri yang dipilih adalah berasal dari berbagai seniman internasional yang ditunjuk berdasarkan karya dan rasa hormat dari rekan-rekannya.
Selain menayangkan film-film baru yang terpilih dari seluruh dunia, Cannes Film Festival juga memberikan sejumlah penghargaan bergengsi.
Penghargaan paling bergengsi dari festival ini, yaitu Palme d’Or diberikan pada sebuah film yang diperkenalkan sejak tahun 1955.
Sebelum Palme d’Or, penghargaan tertinggi festival ini pada 1939 hingga 1954 adalah Grand Prix du Festival International du Film.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gubernur Rudy Mas'ud Tegaskan Tak Ada Pemberhentian PPPK di Kaltim
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Sinopsis Premium Rush: Aksi Kurir Sepeda Hindari Polisi Korup, Tayang di Bioskop Trans TV
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Borneo FC Gagal Menang di Markas Persijap, Fabio Lefundes: Peluang Juara Belum Berakhir
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!