- Pemprov DKI Jakarta meresmikan ring tinju di bawah Flyover Pasar Rebo untuk menekan angka tawuran antargeng di Jakarta Timur.
- Penyediaan fasilitas olahraga terbukti menurunkan aksi tawuran secara drastis karena menyalurkan energi remaja ke arah yang lebih produktif.
- Gubernur Pramono Anung menjadikan proyek Pasar Rebo sebagai model percontohan dan akan segera membangun fasilitas serupa di Kampung Melayu.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan ring tinju di bawah kolong Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebagai upaya menekan angka tawuran yang selama ini meresahkan warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut fasilitas ini terbukti berhasil meredam konflik antarkelompok yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
"Setelah melihat fasilitas ini dan tadi juga diterangkan oleh Bapak Wali Kota dan juga rekan-rekan yang selama ini disebut, apa ya, kelompok geng yang ada di Jakarta Timur. Ada geng Amerika, geng Inggris, geng Barat dan sebagainya. Setelah mempunyai tempat ini, alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis," ujarnya di lokasi, Senin (18/5/2026).
Pramono menilai pendekatan penyaluran energi melalui olahraga lebih efektif ketimbang sekadar penindakan.
"Mudah-mudahan memberikan manfaat bagi anak-anak muda yang ada di Jakarta Timur, supaya energinya itu tersalurkan di tempat-tempat seperti ini. Sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi berantem di jalanan," kata orang nomor satu di Jakarta itu.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, yang juga hadir di lokasi menjelaskan bahwa fasilitas ini dikelola secara swadaya oleh komunitas.
Pramono pun menegaskan bahwa keberhasilan di kolong Flyover Pasar Rebo ini akan dijadikan model percontohan dan segera direplikasi.
"Jadi di Jakarta Timur ini sebagai role model sebenarnya, karena memang harus diakui salah satu tempat yang sering kali bergesekan di lapangan adalah di Jakarta Timur," tuturnya.
Rencana pembangunan fasilitas serupa di Kampung Melayu dalam waktu dekat pun sudah didengungkan sebagai langkah lanjutan.
Baca Juga: Gagal Bawa Persija Juara, Nasib Mauricio Souza di Ujung Tanduk?
"Karena di Kecamatan Ciracas ini sudah ada tempat ini, maka saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu," pungkas Pramono.
Berita Terkait
-
Gagal Bawa Persija Juara, Nasib Mauricio Souza di Ujung Tanduk?
-
Persija Jakarta Pecahkan Rekor Membanggakan Meski Gagal Juara
-
BKT Jadi Incaran! Lampu Jalan Terus Dicuri, Sudin Bina Marga Jaktim Sampai Minta Bantuan Satpol PP
-
Awas Ancaman Hantavirus! Jangan Asal Bersihkan Kotoran Tikus, Ini Tips Amannya
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
Lama Tak Terdengar Kabarnya, Pemain Keturunan Indonesia Ini Bakal Susul Ole Romeny?
-
Hasto Ungkap Alasan Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai Ketimbang Istana
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah