Indotnesia - Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan murid SD rela pindah ke Sekolah Luar Biasa (SLB) karena sering di-bully di sekolah sebelumnya, Video itu diunggah oleh akun @satriabagus60 lantas menuai simpati dari warganet.
Anak tersebut terlihat berjalan kaki sejauh 2 km menuju sekolah bersama ayahnya yang sudah renta. Anak yang non-disabilitas itu memilih belajar di SLB untuk tetap belajar ketimbang di sekolah yang dulu.
Bullying memang bukan hal yang bisa disepelekan. Korban bisa mengalami trauma yang berkepanjangan. Orangtua pasti nggak mau anaknya menjadi korban bullying. Tapi di sisi lain, sebagai orangtua juga harus memastikan anaknya tidak menjadi pelaku bullying.
Berikut sejumlah cara mendidik anak agar nggak jadi pelaku bullying seperti dikutip dari Very Well Family:
Perhatikan anak
Kelihatannya simple, tapi sebagian orangtua nggak memiliki perhatian dalam kehidupan anak. Orangtua cenderung mengoreksi ketimbang mendengarkan dan mengenal anak-anak. Jadi luangkan waktu mengenal lebih dekat dengan anak-anak dan memperhatikan mereka.
Hargai orang lain
Pastikan anak memiliki rasa respect terhadap orang lain, terutama kepada mereka yang berbeda. Meski anak nggak menyukai seseorang, bukan berarti mereka boleh berlaku jahat.
Jangan abaikan pertengkaran dengan saudara
Baca Juga: Fans Alami Amnesia Usai Nonton Konser Taylor Swift, Ini Kata Psikolog
Meski normal bagi saudara kandung untuk berdebat, meledek, dan bahkan bertengkar, namun kalau sudah mengarah pada kekerasan verbal dan fisik, maka itu nggak boleh diabaikan.
Anak yang melakukan intimidasi kepada saudara kandung di rumah bisa melakukan hal yang sama kepada teman di sekolah.
Kenali siapa teman anak
Sebagai orangtua, kamu boleh mengundang teman-teman anak ke rumah atau menghadiri acara bersama keluarga. Dengan begitu, orangtua akan memahami bagaimana perilaku anak dan teman-temannya ketika bersama.
Kalau anak menjalin pertemanan dengan perundung, pastikan kamu berbicara dengan perlahan apa yang baik dan tidak baik.
Ngobrol tentang bullying
Komunikasi yang konsisten adalah kunci pengasuhan yang baik dan sangat penting dalam mencegah intimidasi. Orangtua memang nggak bisa melindungi anak dari setiap pengaruh jahat, tapi bisa mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi sulit.
Menumbuhkan empati
Banyak pelaku bullying kurang memiliki empati. Tunjukkan bagaimana jika orang lain terluka atau membutuhkan bantuan. Dorong anak untuk menawarkan bantuan kepada mereka yang kesulitan.
Cara lain mengembangkan empati adalah membantu anak memproses emosi. Kalau anak dapat mengidentifikasi perasaannya sendiri, maka ia mampu memahami perasaan orang lain.
Bersikap tegas
Orangtua yang mengetahui anaknya merundung orang lain harus mengambil langkah tegas untuk mengakhiri itu. Kalau kasus bullying itu membuat anak harus berurusan dengan administrasi sekolah, maka orangtua harus mendukung tindakan disipliner apapun.
Penting bagi anak untuk menerima konsekuensi atas perilaku bullying-nya terhadap orang lain. Jangan mencoba melindungi mereka atau mereka nggak akan pernah belajar dari pengalaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan