Indotnesia - Akhir-akhir ini, informasi tentang pelajar meninggal dunia setelah mengalami bullying atau perundungan memenuhi pemberitaan. Orangtua menjadi bagian terpenting dalam mencegah anak-anak mereka menjadi pelaku bullying.
Selain itu, orangtua juga harus memahami tanda-tanda anak menjadi korban bullying, baik di lingkungan sekolah maupun rumah.
Perundungan atau bullying adalah tindakan yang merugikan dan berulang yang dilakukan oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik, mental, atau emosional.
Penting bagi kita semua, baik sebagai orang tua, pendidik, atau anggota masyarakat, untuk berperan aktif dalam mengatasi perundungan pada anak.
Berikut 11 tanda-tanda anak menjadi korban bullying, seperti dikutip dari Family Education:
1. Perubahan pada fisik
Jika menemukan tanda fisik yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, seperti memar, goresan, dan luka lainnya, kemungkinan anak mendapatkannya akibat perubahan.
Perhatikan juga perubahan sikap anak seperti lebih sering mengenakan baju lengan panjang, bahkan di cuaca panas. Kemungkinan, ia sedang berusaha menutupi sesuatu pada tubuhnya.
Anak yang mengalami perundungan juga akan stres dan cemas sehingga menyebabkan penyakit fisik seperti sakit kepala dan sakit perut.
Baca Juga: Sinopsis Film "Killers of The Flower Moon" dengan Penampilan Epik Leonardo DiCaprio
2. Barang kepemilikan yang rusak atau hilang
Anak memang terkadang ceroboh, tapi kalau anak sering kehilangan barang miliknya seperti sepatu, jam tangan, perhiasan, buku, dan sebagainya. Selain itu, perhatikan juga apakah baju anak robek atau tidak.
3. Perubahan kebiasaan di kamar mandi
Kalau anak menunggu pulang ke rumah untuk memakai kamar mandi, kemungkinan ini menjadi indikator ia menjadi korban bullying. Kamar mandi sekolah seringkali tidak diawasi, sehingga dapat menjadi tempat yang rawan terjadinya intimidasi.
4. Kehilangan teman secara tiba-tiba
Sebagai orangtua, kita harus mengetahui siapa saja teman anak, baik yang bergaul dengannya sepulang sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dan proyek sekolah, atau yang menelepon setiap malam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Promo Sepatu di Ramayana, Diskon Gila-gilaan Jelang Lebaran Spesial Potongan 50 Persen
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Cara dan Syarat Mengajukan KUR BRI 100 Juta, Cocok untuk Kembangkan Usaha Setelah Lebaran