- Wakil Ketua Umum PSI Ronald Sinaga serta Ical dan Randi sepakat menempuh jalur restorative justice pada Kamis (7/5/2026).
- Kesepakatan damai di Polsek Metro Menteng tersebut terjadi karena kedua pihak saling memaafkan dan mengakui kesalahan masing-masing.
- Pihak kepolisian akan menghentikan proses hukum melalui penerbitan surat perintah penghentian penyidikan setelah menuntaskan seluruh prosedur administratif terkait.
Suara.com - Aksi saling lapor antara Wakil Ketua Umum PSI Ronald Sinaga dengan Ical dan Randi berujung restorative justice (RJ). Aksi saling lapor tersebut dipicu karena keduanya sama-sama mengklaim sebagai korban pemukulan.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, RJ dapat dilakukan karena kedua belah pihak telah saling memaafkan atas peristiwa yang sebelumnya terjadi.
“Bahwa pada sore hari ini kedua belah pihak telah mengajukan proses penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
“Dengan dasar bahwa kedua belah pihak telah saling memaafkan dan saling mengakui kesalahan,” imbuhnya.
Dengan adanya kesepakatan perdamaian tersebut, laporan kedua belah pihak dianggap selesai. Petugas juga bakal menyelesaikan berkas laporan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
“Selanjutnya terhadap proses hukum dari laporan polisi kedua belah pihak akan kami selesaikan, akan kami tuntaskan melalui tata cara prosedur mekanisme penyelesaian perkara restorative justice,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, dengan dilakukannya restorative justice, pihaknya akan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).
“Nanti akan di-SP3 dalam proses, dalam proses menggunakan restorative justice. Tapi nanti kan kita ajukan ke pengadilan untuk penetapan SP3-nya,” jelasnya.
Perkara ini bermula ketika Ronald Sinaga dipukul oleh dua orang bernama Ical dan Randi.
Baca Juga: Bobon Santoso Percaya Cerita Pelaku Pemukulan, Bro Ron Kesenggol: Bon, Yakin Mau Ikutan?
Peristiwa itu berawal saat korban bersama 15 orang lainnya yang merupakan karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera datang untuk melakukan audiensi ke Kantor Michael Putra dan Partners terkait gaji para karyawan yang belum dibayarkan.
Namun, karena audiensi tidak dapat bertemu dengan Michael selaku pihak yang didemo, Polsek Metro Menteng berinisiatif mengadakan mediasi di kantor polisi.
Awalnya, proses audiensi di lokasi berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan petugas. Namun, situasi berubah setelah muncul sekelompok orang tidak dikenal yang diduga melakukan intimidasi dan menghalang-halangi proses audiensi tanpa alasan jelas.
"Akibat dari perbuatan sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," kata Braiel.
Sementara itu, Ical dan Randi mengaku sebelum memukul Ronald, mereka lebih dahulu menjadi korban pemukulan. Selain itu, keduanya juga mengaku Ronald Sinaga mengucapkan makian bernuansa SARA.
Berita Terkait
-
Bobon Santoso Percaya Cerita Pelaku Pemukulan, Bro Ron Kesenggol: Bon, Yakin Mau Ikutan?
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal