/
Kamis, 01 Desember 2022 | 14:16 WIB
Unggahan Fahri Hamzah di akun Twitternya (Akun Twitter Fahri Hamzah)

Suara Joglo - Beberapa waktu lalu tagar #RambutPutih sempat menjadi trending di Twitter. Ini dinilai terkait dengan pernyataan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) terkait dukung mendukung terkait Pilpres 2024.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam acara silaturahmi nasional "Nusantara Bersatu" di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/11/2022). Saat itu presiden memberi nasihat kepada para relawannya agar selektif mencari pemimpin. 

Ia meminta agar berhati-hati, terutama saat memilih pemimpin atau calon presiden pada 2024 nanti.

"Dalam mencari pemimpin ke depan, pemimpin seperti apa yang kita cari? Hati-hati saya titip hati-hati, pilih pemimpin hati-hati, pilih pemimpin yang ngerti apa yang dirasakan oleh rakyat," kata Jokowi saat memberikan sambutan.

Ia mengingatkan pula agar masyarakat mencari sosok pemimpin yang tidak hanya memimpin Indonesia dengan duduk manis di istana, melainkan pemimpin yang senang dan mau turun ke bawah, serta mau merasakan keringat rakyat.

Pernyataan presiden itu pun segera viral. Banyak yang menanggapinya secara serius, namun tak sedikit pula yang menjadikannya lelucon. Para politisi yang aktif di media sosial pun meresponnya.

Misalnya Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora. Ia pun ikut meramaikan pernyataan yang disebut-sebut sebagai gimic politik tersebut. Mantan politisi PKS itu bahkan mengunggah foto dirinya sendiri yang kini rambutnya mulai memutih banyak ubannya.

"Ehem..ehem..Yg mulai memenuhi kriteria… #RambutPutih," tulis akun Twitter Fahri Hamzah @AyoMoveOn2024

"Menatap Masa depan yang padat dan berisi.. #RambutPutih," tulisnya lagi.

Baca Juga: Kocak! Luke Shaw Kejatuhan Kotoran Burung saat Makan Malam, Jack Grealish Ketawa Ngakak

Sebelumnya, pernyataan Jokowi ini juga menuai respons beragam. Dari PDI Perjuangan misalnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pemimpin tidak ditentukan oleh warna rambut.

"Pemimpin itu tidak ditentukan oleh warna rambut, sebab warna rambut sama belum tentu hati dan pikiran sama. Apa yang disampaikan Pak Jokowi hanya gimik politik," kata Hasto pada sejumlah media.

Politisi PDIP lainnya, Sturman Panjaitan, mengingatkan soal disiplin terhadap aturan partai. Soal capres-cawapres, PDIP menaruh kewenangan sepenuhnya di tangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputeri.

"Disiplin adalah suatu kepatuhan terhadap peraturan yang sudah diberlakukan di semua organisasi," kata Sturman ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan.

Instruksi partai atau PDIP sudah jelas bahwa kewenangan capres-cawapres akan ditentukan oleh Megawati. Soal mengapa Jokowi bicara terus soal endorse terhadap capres, menurutnya hal itu perlu ditanyakan langsung ke Jokowi.

"Nah, tanyakan kepada pak Jokowi mengapa beliau menyampaikan itu," ungkapnya.

Load More