Suara Joglo - Sejak kemarin "Karma" masuk trending Twitter Indonesia. Ini setelah Tim Jerman dipastikan tidak lolos 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar.
Meskipun, dalam laga ke tiga fase Grup itu De Panzer menang telak dari Kosta Rika dengan sekor 4-2. Namun di pertandingan lain, Jepang di luar dugaan menggebuk Spanyol dengan skor tipis 2-1, meskipun gor terakhir dianggap kontroversial.
Jerman sendiri memang tampil kurang meyakinkan di fase grup ini. Di laga perdana Jerman kalah 1-2 dari Jepang. Kemudian bermain imbang dengan Spanyol 1-1 dan menang telak 4-2 di laga ketiga.
Dengan hasil itu, Jerman hanya mengumpulkan 4 poin, sama dengan poin Spanyol namun kalah selisih goal. Sementara Jepang berada di peringkat pertama dengan poin 6, hasil dari dua kemenangan.
Pada laga perdana dulu, ketika Jerman kalah dari Jepang, keyword Karma juga trending di Twitter. Jerman di sebut-sebut kena karma gara-gara para pemainnya berpose tutup mulut sebagai bentuk protes kepada Qatar.
Jerman yang mendukung LGBT memprotes kebijakan Qatar yang melarang penggunaan ban warna pelangi "One Love". Di sisi lain, ada juga warganet saat itu yang menyebut Jerman kena Karma dari Mesut Ozil.
Para fanz Ozil ini menganggap Jerman telah mendepak Ozil gara-gara kontroversinya memprotes diskriminasi China terhadap Muslim Uighur.
Dan sekarang, tidak lolosnya Jerman ke babak 16 besar ini juga dianggap sebagai karma. Di sosial media, banyak pecinta sepakbola yang menilai kalau gol kontroversial Jepang ke gawang Spanyol sebagai balasan bagi Jerman.
Warganet mengaitkan hal itu dengan hasil laga Jerman vs Inggris di Piala Dunia 2010 pada 12 tahun lalu.
Ketika itu di babak 16 besar dalam posisi Inggris tertinggal 1-2, Frank Lampard melepas sepakan keras ke gawangnya Neuer. Bola kena tiang atas dan memantul ke tanah. Neuer langsung mengambilnya dan langsung melempar ke depan untuk serangan balik.
Dalam tayangan ulang, ketika itu terlihat bola sudah melewati garis gawang dan harusnya dinyatakan masuk. Namun saat itu belum ada teknologi VAR, jadilah 'gol hantu' alias tidak disahkan. Ujungnya, Inggris kalah 1-4.
Berita Terkait
-
Pinkan Mambo Sebut Kena Karma, Maia Estianty Unggah Pesan Percuma Tak Bersyukur
-
Pinkan Mambo Sebut Maia Estianty Kena Karma Setelah Ahmad Dhani Direbut Mulan Jameela
-
Suhay Salim Pamer Pasta Warna-Warni Gemas, Berakhir Kena Karma Instan
-
Tetangga Lama Sebut Kematian Rudyanto yang Tewas Membusuk di Kalideres Akibat Karma: Durhaka Sama Orangtua
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI
-
Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
-
Remaja 14 Tahun Jadi Aktor Pembunuhan Berencana, Jasad Korban Dibakar
-
Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang