/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 08:27 WIB
pura mangkunegaran (ANTARA/Aris Wasita)

Resepsi ngunduh mantu Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono bakal digelar di Pura Mangkunegaran, Kota Solo pada Minggu 11 Desember 2022 mendatang. 

Namun sebelumnya Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan menjalani prosesi ngunduh mantu bersama keluarga di Loji Gandrung rumah dinas Wali Kota Surakarta. 
Kemudian selanjutnya akan dilanjukan kirab dengan keretan kuda dari Loji Gandrung ke Pura Mangkunegaran untuk resepsi dan bertemu dengan para tamu undangan.

Namun demikian, menyelenggarakan resepsi di Pura Mangkunegaran tentu akan banyak aturan yang tidak boleh dilanggar. Sebab, lokasi tersebut bisa dibilang sangat sakral. 

Menyadur dari Suarasurakarta.id, Ranu Decoration dipercaya untuk mendekorasi acara ngunduh mantu di Loji Gandrung.

"Sementara yang didelegasikan ke kami di Loji Gandrung, untuk di Mangkunegaran belum 100 persen. Tapi kami sudah menyampaikan ide-ide dan presentasi ke keluarga," terang Pemilik Ranu Decoration, Ranu Asmoro, Rabu (30/11/2022).

Ranu menjelaskan, ada sejumlah aturan yang harus diikuti di Pura Mangkunegaran, salah satunya itu tidak boleh ada ornamen yang berbau adat untuk pernikahan.

Ada beberapa aturan yang harus dijalankan di Pura Mangkunegaran, seperti pada tempat duduk baik untuk pengantin maupun tamu tidak boleh membelakangi Pringgitan (penghubung antara pendopo ageng dengan rumah utama).

"Secara layout tidak boleh membelakangi pringgitan. Ada longtable itu untuk VVIP itu juga lenggahnya (duduknya) tidak boleh membelakangi pringgitan," papar dia.

Ranu mengatakan, pengantin yang duduk menerima tamu di Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran akan menghadap timur. 

Baca Juga: Jelang Perhelatan Nikah Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Rental Mobil Mewah di Sleman Kewalahan Layani Pesanan

Nanti untuk para tamu undangan akan menghadap ke barat.

"Jadi yang lenggah itu sudah diwanti-wanti tidak membelakangi paringgitan. Untuk audience duduknya nanti timur ke barat, pelaminan juga," jelasnya.

Gamelan pusaka yang ada di Pendopo Ageng Mangkunegaran pun tidak boleh diturunkan. Kalau hanya digeser diperbolehkan tapi tidak diturunkan dari pendopo.

Gamelan pusaka tersebut, yakni Kyai Kenyut Mesem, Kyai Seton, dan Kyai Lipur Sari.

"Bisa digeser atau dipindah. Tapi tidak boleh turun dari pendopo," sambung dia.

Ranu menambahkan, untuk segala kegiatan yang bersifat adat dilakukan di Loji Gandrung. Di Mangkunegaran sendiri hanya untuk menerima tamu tidak ada acara adat sama sekali.

Load More