/
Kamis, 08 Desember 2022 | 07:02 WIB
Warganet iri dengan Gibran (Tangkapan layar unggahan warganet yang iri dengan kepemimpinan Gibran di Kota Solo, hingga bandingkan dengan Banten.)

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian publik saat resmi menjadi kepala daerah.

Ia dianggap bakal menjadi penerus Presiden Joko Widodo, yang mengawali jejak karier politiknya sebagai Wali Kota Solo

Namun demikian, kepemimpinan Gibran yang terkesan aktif dan terbuka itu membuat iri masyarakat di luar Kota Solo. 

Selain itu Gibran dianggap berani memutuskan kebijakan dengan cepat karena sebagai anak Presiden yang memiliki previlage khusus. 

Warganet pun membandingkan, jika Gibran bisa memimpin Banten yang notabenenya adalah dikuasasi Politik Dinasti. 

"Kayanya kalo melihat curhatan warga sih jauh lebih semrawut Banten tapi ya susah walaupun mas Gibran ada privilege anak presiden tapi di Banten musuh nya dinasti," tulis akun @lintangs2v dikutip pada Kamis (8/12/2022). 

Utasan itu pun langsung dijawab Putra Sulung Presiden Jokowi tersebut. Gibran mempertanyakan soal politik dinasti di Banten. 

"Musuhnya dinasti?" tulis Gibran. 

Diketahui, Politik dinasti mantan Gubernur Banten dua periode Ratu Atut Chosiyah belum tergoyahkan. 

Baca Juga: Achraf Hakimi, Ibunya PRT dan Bapaknya Pedagang Kaki Lima, Pesepak Bola Maroko Tetap Ingat Allah saat Bermain di Spanyol

Ketika keluarganya sudah menghabiskan dua masa jabatan kepala daerah, politik dinasti Ratu Atut segera bersambung dengan kerabat lainnya.

Meski Ratu Atut mendekam di penjara, tetapi kekuasaannya masih kuat di Tanah Banten. 

Anaknya yakni Andika Hazrumy merupakan Wakil Gubernur Banten yang masih menjabat sampai 2022.

Perlu diketahui, Ratu Atut terjerat dua kasus yaitu menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan jual-beli jabatan. Menurut Ihsan, jika keluarga dan kerabat Ratu Atut menang Pilkada maka mengonfirmasi akar rumput pendukung Ratu Atut masih sangat kuat di Banten.

Load More