/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 18:23 WIB
Kicauan Anies Baswedan tanggapi soal baju batik ([Anies Baswedan/Twitter])

Setelah sempat video singkatnya saat berpidato soal batik viral dan menuai sorotan, Anies Baswedan memberikan klarifikasi. 

Sebelumnya, sebuah video singkat pidato Anies Baswedan tuai sorotan. Dalam potongan video itu, Anies berbicara soal memakai baju batik merupakan pelanggaran. 

Belakangan setelah ramai, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan klarifikasi dengan mengunggah video yang lebih utuh terkait pernyataannya soal pakai baju batik pelanggaran

Di dalam video yang baru saja diunggah di akun twitternya, Anies Baswedan yang sedang memberikan sambutan di Kampus UMI pada 10 Desember 2022 lalu itu konteks Anies terkait pakai baju batik pelanggaran adalah bahwa perubahan kebiasaan di masa lalu yang dianggap pelanggaran pakem perlu didorong untuk melahirkan inovasi baru.

Berikut uraian lengkap soal pidato Anies Baswedan terkait pakai baju batik pelanggaran. 

"Jadilah pendorong perubahan kebiasaan kebiaasaan diubah kebiasaan didorong. Jangan jadi sekadar mengikuti kebiasaan, perubahan kebiasaan ini harus kita lakukan,

"Bapak-bapak ini ada yang pakai batik, pak Muhammad juga pakai batik, Pak Muhammad mohon berdiri sebentar, boleh pak? Berdua ini pakai batik, ini baju tradisional kan, iya baju Indonesia bapak ibu silakan duduk kembali

"Bapak ibu saya ajak ingat-ingat sebentar, baju laki-laki tradisional semua polos, adak ngga baju laki-laki bergambar di masa lalu? baju laki-laki itu polos. Kalaupun bergambar di Jawa ada yang namanya lurik. Kalau ngga polos putih, hitam dan merah, bener ga?

"Dan yang namanya batik dipakainya kain batik itu dipakainya untuk sarung tidak ada orang pakai batik untuk baju, coba diingat-ingat tidak ada batik itu dipakainya untuk kain lalu atasnya kebaya,

Baca Juga: Beda Cerita Anies Baswedan dan Ahok Saat Bertemu Jokowi di Nikahan Kaesang, Ada yang Ngobrol dan Ada yang Tak Sempat

"Kemudian terjadilah pelanggaran atas pakem itu kain itu yang dipakainya di bawah dipakai untuk baju dan ketika pertama kali digunakan orang menengok ini ngga sopan ini pelanggaran, nggak ngerti pakem diikuti banyak orang sekarang menjadi baju batik identitas Indonesia. Pelanggaran itu sekarang menjadi kebiasaan baru,

"Bapak ibu di bidang pendidikan mulailah pelanggaran-pelanggaran baru itu, tapi kalau kita terkunci dengan pakem dengan tanda kutip maka ngga muncul kebaruan dan universitas swasta punya ruang terobosan lebih banyak daripada yang lain,

"Ruang itu lebih besar untuk melakukan inovasi-inovasi sehingga muncul terobosan-terobosan di dalam interaksi di dalam proses pembelajaran," jelasnya. 

Selain menyampaikan video utuh soal pidatonya terkait pakai baju batik, Anies juga menyentil akun yang mengunggah videonya sepotong-sepotong.

"Cek video lengkapnya dulu yan min, @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," cuitnya.

Dikritik PDIP

Sebelumnya, terkait potongan video soal pakai baju batik pelanggaran itu belakangan dikritik politisi PDIP Ruhut Sitompul. Ia menilai bahwa rahasia yang selama ini disembunyikan Anies akhirnya terbongkar.

"Ha ha ha tertawa Aku termehek mehek, akhirnya terbongkar juga bohong selama ini mengaku ngaku Pribumi Asli dari Suku Jawa/ Djokya  eh jadi ketahuan palsunya Yaman sich leluhurnya eh sok pintar merdeka," cuit Ruhut lewat akun Twitternya.  

Load More