Setelah sempat video singkatnya saat berpidato soal batik viral dan menuai sorotan, Anies Baswedan memberikan klarifikasi.
Sebelumnya, sebuah video singkat pidato Anies Baswedan tuai sorotan. Dalam potongan video itu, Anies berbicara soal memakai baju batik merupakan pelanggaran.
Belakangan setelah ramai, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan klarifikasi dengan mengunggah video yang lebih utuh terkait pernyataannya soal pakai baju batik pelanggaran.
Di dalam video yang baru saja diunggah di akun twitternya, Anies Baswedan yang sedang memberikan sambutan di Kampus UMI pada 10 Desember 2022 lalu itu konteks Anies terkait pakai baju batik pelanggaran adalah bahwa perubahan kebiasaan di masa lalu yang dianggap pelanggaran pakem perlu didorong untuk melahirkan inovasi baru.
Berikut uraian lengkap soal pidato Anies Baswedan terkait pakai baju batik pelanggaran.
"Jadilah pendorong perubahan kebiasaan kebiaasaan diubah kebiasaan didorong. Jangan jadi sekadar mengikuti kebiasaan, perubahan kebiasaan ini harus kita lakukan,
"Bapak-bapak ini ada yang pakai batik, pak Muhammad juga pakai batik, Pak Muhammad mohon berdiri sebentar, boleh pak? Berdua ini pakai batik, ini baju tradisional kan, iya baju Indonesia bapak ibu silakan duduk kembali,
"Bapak ibu saya ajak ingat-ingat sebentar, baju laki-laki tradisional semua polos, adak ngga baju laki-laki bergambar di masa lalu? baju laki-laki itu polos. Kalaupun bergambar di Jawa ada yang namanya lurik. Kalau ngga polos putih, hitam dan merah, bener ga?
"Dan yang namanya batik dipakainya kain batik itu dipakainya untuk sarung tidak ada orang pakai batik untuk baju, coba diingat-ingat tidak ada batik itu dipakainya untuk kain lalu atasnya kebaya,
"Kemudian terjadilah pelanggaran atas pakem itu kain itu yang dipakainya di bawah dipakai untuk baju dan ketika pertama kali digunakan orang menengok ini ngga sopan ini pelanggaran, nggak ngerti pakem diikuti banyak orang sekarang menjadi baju batik identitas Indonesia. Pelanggaran itu sekarang menjadi kebiasaan baru,
"Bapak ibu di bidang pendidikan mulailah pelanggaran-pelanggaran baru itu, tapi kalau kita terkunci dengan pakem dengan tanda kutip maka ngga muncul kebaruan dan universitas swasta punya ruang terobosan lebih banyak daripada yang lain,
"Ruang itu lebih besar untuk melakukan inovasi-inovasi sehingga muncul terobosan-terobosan di dalam interaksi di dalam proses pembelajaran," jelasnya.
Selain menyampaikan video utuh soal pidatonya terkait pakai baju batik, Anies juga menyentil akun yang mengunggah videonya sepotong-sepotong.
"Cek video lengkapnya dulu yan min, @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu," cuitnya.
Dikritik PDIP
Sebelumnya, terkait potongan video soal pakai baju batik pelanggaran itu belakangan dikritik politisi PDIP Ruhut Sitompul. Ia menilai bahwa rahasia yang selama ini disembunyikan Anies akhirnya terbongkar.
"Ha ha ha tertawa Aku termehek mehek, akhirnya terbongkar juga bohong selama ini mengaku ngaku Pribumi Asli dari Suku Jawa/ Djokya eh jadi ketahuan palsunya Yaman sich leluhurnya eh sok pintar merdeka," cuit Ruhut lewat akun Twitternya.
Berita Terkait
-
Sederet Momen Anies Baswedan Pakai Batik, Benarkah Pakai Baju Batik Pelanggaran?
-
Anies Baswedan Salah Lirik Saat Nyanyi Lagu Nasional Maju Tak Gentar, Publik: Udah Tau Salah Kok ya Diikuti
-
Sebut Prancis dan Maroko Sama-sama Bagus di Piala Dunia, Denny Siregar Samakan Anies Baswedan: Sebagus Ketika Berkata-kata
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu