/
Senin, 26 Desember 2022 | 18:54 WIB
Prabowo Subianto dan Cak Imin (Suara.com)

Suara Joglo - Harapan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduetkan Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sepertinya kandas. Sebab sampai sekarang belum ada kejelasa soal status koalisi kedua partai ini.

Lantaran nasibnya digantung, sekarang muncul kabar kalau Cak Imin yang merupakan Ketua Umum PKB itu, bakal membawa kapal partainya pindah haluan, alias 'move on' ke partai lain.

PKB kemungkinan bakal berkoalisi dengan NasDem mengusung mantan Gubernur DKI Anies Baswedan menjadi capres pada 2024 nanti. Meskipun begitu, saat ini situasi politik masih dinamis.

Kabar dan analisis PKB bakal join dengan NasDem ini disampaikan Hendri Satrio alias Hensat, Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi lewat akun media sosial Twitternya siang tadi, Senin (26/12/2022).

"PKB bakal join Nasdem? Mungkin ini karena Gerindra gantung Cak Imin jadi Cawapres. Wah Demokrat, PKS mesti deklarasi Anies juga nih, sebab Nasdem-PKB beres, Nasdem+PKB tu 117kursi padahal minimal cuma 115kursi buat dapet boarding pass. Koalisi Perubahan isinya 4 partai? #Hensat," demikian bunyi cuitannya.4

Kalkulasi Hensat memang ada benarnya kalau NasDem-PKB benar-benar berkoalisi. Suara kedua partai tersebut sudah cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapres. Nasdem memiliki 59, sementara PKB 58 kursi.

Jika ditotal NasDem dan PKB memiliki 117 kursi. Padahal minimal kursi untuk mengusung capres dan cawapres itu 115 kursi. Dari seluruh partai di parlemen, hanya PDI Perjuangan yang mampu mengusung capres dan cawapres sendiri.

PDI Perjuangan memiliki 128 kursi di parlemen. Sementara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang lebih dulu menyatakan bergabung, terdiri dari Golkar, PAN dan PPP, juga bisa mencalonkan capres dan cawapres sendiri sebab memiliki 148 kursi.

Koalisi Gerindra-PKB mandeg?

Baca Juga: Anji Jadi Cepu karena Sering Dapat Job dari Polres Jakarta Barat? Ini Jawabannya

Sejak Gerindra dan PKB berkoalisi pada Agustus 2022 lalu, sampai sekarang hubungan kedua partai terkesan mandeg. Ini terutama terkait kesepakan siapa capresnya.

PKB dan Gerindra sama-sama ingin agar ketua umum partainya maju sebagai capres di Pilpres 2024 nanti. Sejak berkoalisi itu, kedua partai masih terus melakukan penjajakan dengan partai lain.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat itu mengatakan Gerindra masih terbuka dengan partai lain. Dia mengatakan banyak tantangan untuk mengajak partai lain bergabung dalam koalisi yang sudah dibangun Gerindra dan PKB.

"Koalisi yang dilakukan oleh partai politik ini juga tidak mudah. Itu banyak hal mesti disinkronkan," kata Dasco, Jumat (25/11/2022).

"Karena sedang masa-masa penjajakan ini adalah masa yang tidak mudah. Itu juga takut kemudian membuat disharmonisasi, disinformasi dan lain-lain," Dasco menambahkan.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani juga berharap koalisi semakin kokoh dengan adanya penambahan partai baru. Muzani mengatakan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar mengharapkan koalisi beranggotakan setidaknya empat partai.

Load More