Suara Joglo - Bagi kalian yang berniat menikmati liburan akhir tahun dengan nuansa sejarah di Jawa Timur ( Jatim ), jangan lupa mampir ke Malang dan Surabaya.
Di dua kota besar ini syarat lokasi wisata sejarah. Bahkan di dua kota ini kalian bisa menginap di hotel dengan nuansa klasik yang memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu.
Nah, berikut ini deretan hotel bersejarah yang bisa menjadi pilihan menginap liburan akhir tahun Anda tahun ini di Kota Surabaya dan Malang Raya dikutip dari berbagai sumber:
1. Hotel Kartika Wijaya Heritage
Seorang bangsawan bernama Martyrose Ter Martin Sarkies memutuskan untuk membangun sebuah rumah peristirahatan diakhir pekan di Kota Batu pada tahun 1891. Bangunan inilah yang lalu menjadi cikal bakal Hotel Kartika Wijaya.
Pengembangan lalu dilakukan di bagian kanan dan kiri bangunan utama. Hotel ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada 18 November 1986. Sebelum menjadi sebuah villa keluarga, bangunan ini dulunya sempat menjadi tempat penyimpanan senjata pada masa kolonial.
2. Hotel Majapahit Surabaya
Hotel Majapahit adalah sebuah hotel mewah bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Dahulunya bernama LMS, lalu Hotel Oranje dan kemudian Hotel Yamato dan juga Hotel Hoteru.
Saat ini, Hotel Majapahit yang dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia tersebut sudah berubah menjadi hotel mewah bintang lima dengan total 143 kamar di lantai satu dan dua.
Baca Juga: BMKG: Bandung Raya Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai Malam Tahun Baru
Hotel ini sempat dikelola oleh Mandarin Oriental Hotel Group sejak 1993 hingga 2006. Pada tahun 2006, hotel ini diakuisisi oleh PT Sekman Wisata. Sebagian besar bangunan asli hotel ini masih dapat dilihat hingga saat ini, meskipun beberapa bangunan luar dan beberapa unsur interiornya telah direnovasi.
Salah satu momen yang paling dikenal di hotel ini adalah peristiwa perobekan bendera pada tanggal 19 September 1945, yaitu Insiden Bendera. Peristiwa bermula ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Ploegman mengibarkan bendera Belanda (Merah Putih Biru) di puncak sebelah kanan hotel.
Para pejuang Indonesia merobek warna biru pada bendera Belanda, yang berwarna merah, putih dan biru, dengan demikian bendera itu menjadi merah putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden bendera itu mengakibatkan terbunuhnya Mr. Ploegman.
3. Horison Arcadia Surabaya
Gedung yang kini menjadi hotel Horison Arcadia Surabaya dulu merupakan kantor perusahaan bidang perkebunan milik Belanda, Geo Wehry & co, dibangun pada 1916.
Setelah penjajahan Belanda berakhir, gedung ini sempat tidak terurus. Pada 2017 Grup Brasali mengambil alih kepemilikannya dan mengubahnya menjadi hotel.
Bangunan ini direnovasi, namun, mempertahankan bagian fasad dengan ciri khas bata dan warna merah marun.
4. Hotel Palace (Hotel Pelangi)
Hotel yang dulunya bernama Palace Hotel dan berdiri sejak tahun 1916 ini beralamat di Jalan Merdeka Selatan No. 3, Kota Malang, Jawa Timur. Letaknya persis di pertigaan antara Alun-Alun Merdeka dan Masjid Jami’, atau berada di sebelah barat Kantor Pos Malang.
Penginapan ini memang mempunyai sejarah panjang dan pada akhirnya membuat daya tarik tersendiri bagi Hotel Pelangi. Pada tahun 1916, dibangun Palace Hotel, di bekas lahan Hotel Malang, oleh pemerintah Hindia Belanda. Tarifnya pada masa itu bisa mencapai F 75 per malamnya.
Ketika Jepang datang, nama hotel diubah menjadi Hotel Assoma hingga akhirnya kembali lagi ke nama awal pada tahun 1945. Nama Hotel Pelangi sendiri mulai muncul pada tahun 1953 ketika tempat tersebut dibeli oleh seorang kontraktor asal Banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin.
5. Hotel Riche
Kajoeetanganstraat, atau dalam sebutan orang pribumi dibaca Kayutangan, merupakan sebuah jalan populer di era kolonial. Di jalan ini, berdiri berbagai macam bangunan yang mendukung gaya hidup orang Eropa seperti restoran, societeit, dan hotel.
Berbicara soal hotel di Kayutangan, Hotel Riche tentu menjadi favorit kala itu. Lokasinya yang berada di pusat kota, dan dekat dengan pusat hiburan dan tempat peribadatan seperti gereja dan masjid, menjadi daya tarik utama hotel ini.
Berdiri pada tahun 1933, Hotel Riche memang menjadi hotel tertua yang keasliannya masih terjaga. Hal ini jelas berbeda dengan Hotel Palace yang seringkali berubah fungsi sebelum bertahan menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Imbau Warga Pandeglang Tak Rayakan Tahun Baru Berlebihan, Abuya Muhtadi: Bertentangan Dengan Syariat Islam
-
Catat! Jabodetabek Diprediksi Bakal Diguyur Hujan Saat Malam Tahun Baru 2023
-
LENGKAP! Daftar Lokasi Acara Malam Tahun Baru 2023 di Jakarta, Super Meriah!
-
Catat! Commuter Line Beroperasi hingga Pukul 03:00 Dini Hari pada Malam Tahun Baru 2023
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Novel Perempuan dan Anak-anaknya,Tragedi 1965 dalam Sudut Pandang Keluarga
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi Pertama, 387 Saham Anjlok
-
Innova Tahun 2017 Harganya Berapa? Cek Update Terbaru Apakah Masih Layak Dipinang
-
John Herdman Hadapi FIFA Series 2026 Tanpa Naturalisasi Baru, PSSI Ingin Lihat Potensi Pemain Lama.
-
Ravindra Airlangga: Kemitraan IndonesiaUni Eropa Perlu Diperkuat lewat Diplomasi Parlemen
-
Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Akhirnya Dirilis, Drama Berjilid-jilid Segera Berakhir?
-
Orang-Orang Proyek: Potret Getir Idealisme yang Terbentur Busuknya Sistem