/
Kamis, 05 Januari 2023 | 10:50 WIB
Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto. ((ANTARA/HO-MO Arema FC))

Gerakan menolak Arema FC untuk bertanding di Liga 1 putaran kedua 2022/2023 terus terjadi. Bahkan, Arema ditolak menggunakan stadion di Bantul Yogyakarta sebagai markas tim singo edan.

Dari media sosial Twitter, Arema FC pun trending topic. Terdapat 6.155 cuitan dari warganet. 

Salah satunya adalah dari @AremaMelegenda. Akun tersebut mengajak suporter di Indonesia menolak jika daerahnya dijadikan markas Aremania

"Buat seluruh supporter di Indonesia, minta tolong banget tolak @AremafcOfficial bermarkas sementara di daerah kalian atau perlu degradasikan atau bubarkan sekalian. Karena memang Aremania sudah tidak peduli dengan Arema FC," tulis akun tersebut dikutip pada Kamis (5/1/2023). 

Sementara itu manajemen Arema FC memahami kekecewaan banyak pihak yang terdampak  atas  Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, termasuk yang disampaikan oleh klub Liga 3 PSHW terkait masuknya Stadion Sultan Agung, Bantul sebagai venue tim Singo Edan di putaran kedua BRI Liga 1 2022.

"Kami ikhlas menerima segala kekecewaan dari banyak pihak dikarenakan dampak dari musibah kanjuruhan dan kami memohon maaf, namun semua tidak ada niatan apalagi kesengajaan.  Kami patuh menjalankan konsekuensi sanksi yang diberikan federasi. Kami juga menghormati proses hukum yang berjalan," ungkap Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi, Tatang Dwi Arifianto dikutip dari situs resmi Arema FC. 

Terkait  situasi sepak bola yang terjadi saat ini, Arema FC tetap optimis bahwa kondisi sepak bola Indonesia  akan kembali normal, tentunya dengan dukungan pihak-pihak yang berwenang.  

"Kami memohon maaf tidak memiliki kewenangan terkait penentuan bergulir atau tidaknya strata kompetisi. Kami kini terus intropeksi dan berbenah agar lebih baik. Kami optimis pemerintah dan federasi serta stake holder yang lain terus berbenah dan berusaha keras mengembalikan situasi dan kondisi sepakbola indonesia kembali normal dan berprestasi," tegas Tatang.

Baca Juga: Korban Banjir Kudus Mengungsi di Gereja

Load More