/
Sabtu, 07 Januari 2023 | 12:03 WIB
Qoriah Internasional Nadia Hawasyi Disawer (Tangkapan layar TikTok)

Suara Joglo - Nyawer seorang Qari yang sedang membaca Alquran ternyata sudah menjadi salah satu tradisi bagi kalangan masyarakat di Banten. Namun bagi sebagian orang tradisi itu tidak lah lumrah.

Di beberapa negara, misalnya di Afrika, nyawer seseorang yang sedang melantunkan ayat suci Alquran sejauh ini dimaklumi dan sudah mentradisi. Tapi di Indonesia lain halnya. Wajar bila kemudian ketika video itu viral banyak yang kaget dan tercengang.

Sebenarnya kalau mencari video serupa--nyawer Qari--di Youtube, bukan kali itu saja peristiwa tersebut terjadi. Ada banyak sekali video serupa diabadikan oleh creator video.

Misalnya baru-baru ini, ketika sebuah video video Qariah Nadia Hawasyi disawer saat melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Namu ternyata Nadia sangat kecewa dan marah dengan hal itu.

Namun, kemarahan itu tidak langsung diungkapkan mengingat posisinya tengah membaca Al-Qur'an sehingga harus tetap menjaga adab membaca Al-Qur'an. Hal ini disampaikannya kepada situs Nu Online, Kamis (05/01/2023).

"Sebetulnya hal seperti ini bukan hanya terjadi sama saya, tapi banyak qari/qariah lain yang pernah lagi ngaji disawer seperti itu, apalagi di daerah Banten menurut saya sudah jadi hal yang lumrah bagi masyarakat Banten sawer qari, tapi mungkin tidak diviralkan videonya seperti video saya," katanya.

Nadia lantas menjelaskan kronologisnya. Ia bisa saja langsung marah waktu itu, namun Ia sadarnya adabnya tidak bagu karena masih dalam posisi sedang mengaji.

Karena itu, ia menuntaskan bacaannya terlebih dahulu. Selepas itu, ia mendatangi panitia dan mengingatkan. "Jadi saya tidak suka sama sekali ada panitia nyawer seperti di video tersebut. 

Cuma karena posisinya saya lagi ngaji, terus saya juga gak tahu kalau mau disawer, makanya saya gak langsung marah dan negur panitianya, saya tunggu beres ngaji dulu," lanjutnya. 

Baca Juga: Ujung Tombak Timnas Indonesia Masih Jadi PR Besar, Shin Tae-yong Sebut Nama Dimas Drajad

"Saya shodaqallah langsung turun panggung dan saya tegur panitianya. Saya merasa direndahkan sekali, diperlakukan tidak sopan oleh para panitia," kata perempuan asal Banten itu. 

Hanya saja, ia menyayangkan sikap beberapa warganet yang justru menyudutkan dirinya. "Cuma netizen ini belum banyak yang faham saya yang selalu dihujat," ungkap Nadia. 

Nadia juga merasa terganggu dengan kehadiran orang-orang yang bersawer tersebut. Hal demikian sudah kali ketiga terjadi padanya dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). 

"Itu memang sudah keterlaluan, tidak ada adabnya. Saya pun sangat merasa terganggu, tapi saya gak bisa langsung negur pada saat itu juga, karena pada saat saya disawer masih ngaji belum beres," jelasnya. 

"Jadi, setelah saya selesai ngaji terus saya turun baru saya langsung tegur dan marah sama panitianya semua, bahwa saya merasa direndahkan dengan perilaku panitia yang nyawer saya tadi. 

Cuma sayangnya tidak ada yang memvideokan pas saya sedang tegur itu," beber Nadia. Hal itu, bagi Nadia, sangat mengganggu mengingat melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan tilawah mujawwad (lagu) dan hafalan membutuhkan konsentrasi penuh. 

Load More