Suara Joglo - Ujung tombak Timnas Indonesia hingga leg pertama semifinal Piala AFF Mitsubishi Electric Cup 2022 belum juga menunjukkan ketajaman.
Beberapa rotasi telah dilakukan oleh Shin Tae-yong selaku juru taktik sekuat Garuda. Dari striker murni yang ada, hanya Ramadhan Sananta dan Spasojevic yang berhasil mencetak gol, itu pun baru satu gol.
Kendati demikian tidak adanya sosok Dimas Drajad di lini depan skuat Garuda diklaim mengurangi ketajaman Timnas Indonesia di barisan depan.
Sangat terlihat bagaimana finishing Witan Sulaiman dan kawan-kawan jauh dari kata sempurna, mereka kerap membuang-buang peluang di depan gawang.
Kendati demikian pelatih asal Korea Selatan tersebut sempat menyinggung lini depan Timnas Indonesia. Menurutnya kurangnya masalah finishing bukan karena tidak adanya Dimas Drajad.
"Untuk masalah finishing kita memang kurang, tapi bukan karena tidak ada Dimas Drajad," ungkap Shin Tae-yong dilansir dari akun Instagram @dailygaruda (07/01/2023).
Bagi coach Shin, skuat Garuda harus lebih fokus lagi agar bisa meningkatkan finishing yang selama ini masih menjadi kendala di barisan depan skuat Garuda.
"Kita harus fokus lagi agar bisa meningkatkan finishing kita,"imbuhnya.
Pernyataan Shin Tae-yong tersebut lantas mendapat respon dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Tidak jarang dari mereka yang menyoroti para pemain yang dinilainya egois.
Baca Juga: Wejangan Hendra Pada Fajar/Rian Soal Peringkat Satu Dunia: Jangan Dijadikan Beban
"Prasaan Dimas D biasa aja hanya aja dia di kasih kesempatan lebih, andai porsi kesempatan itu juga di kasihkan ke Dendi dan Sananta aku yakin Mereka berdua lebih baik dari pada Dimas. (Just my own opinion)," ungkap salah seorang netizen.
"Kurangi ego aja pasti bisa udah, kagak penting siapa yg cetak gol, yang penting timnas menang.." ujar netizen satunya.
"Karena pemainnya pada egois, pemain sayap, tengah, playmaker semuanya pengen ngegolin Padahal punya striker yg jelas-jelas finiser," kata netizen lainnya.
"Mencetak goal itu semua keinginan pemain namun harus di turunkan ego masing" karena ini tugas negara siapa yg mampu membuka ruang kosong di depan harus di maximalkan untuk memberi umpan meski yg memegang bola suda one on one sama kiper atau bek lawan ' harus percaya satu sama lain," ucap netizen satunya
Berita Terkait
-
Termotivasi Bermain di Leg Kedua, Marc Klok Optimistis Timnas Indonesia Bisa Singkirkan Vietnam
-
Paspampres Trending, Jadi Sorotan Dituduh Rusak Kertas Koreografi Suporter Timnas di GBK
-
Kronologi Koreo Suporter Timnas Dirusak Paspampres, Disebut Masuk Tanpa Izin hingga Jokowi Mau Nonton
-
Ini 4 Fakta Menarik Turnamen Badminton Malaysia Open yang Wajib Kamu Tahu!
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional