/
Senin, 16 Januari 2023 | 10:55 WIB
La Nyalla Matalitti dan Erick Thohir (Suara.com)

Massimo Moratti pada saat itu mengonfirmasi pembicaraan untuk penjualan saham mayoritas 70 persen kepada Erick. Pada tanggal 15 Oktober 2013 setelah melalui proses negosiasi panjang, Erick secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas dengan memiliki saham klub sebesar 70.

Pada 15 November 2013, Erick dipercaya sebagai presiden klub Inter Milano menggantikan Moratti. Pada 2016, Ia melepas kepemilikan mayoritasnya di klub tersebut kepada perusahaan China, Suning Holdings Group Co. Dua tahun kemudian, jabatan presiden klub diserahkannya kepada Steven Zhang.

Di Indonesia, keluarga Erick Thohir juga banyak yang berkecimpung di dunia sepak bola. Pada 20 Agustus 2009, Ia pernah mengelola PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) didirikan sebagai badan hukum Maung Bandung dengan Erick sebagai pemegang saham mayoritas.

Di bahwa Erick, Persib meraih beberapa gelar juara, termasuk Indonesis Super League (ISL) 2014. Dia juga berperan dalam mendatangkan marquee player pada Liga 1 2017, yaitu Michael Essien dan Carlton Cole.

Tapi, setelah didaulat menjadi Menteri BUMN, Erick memutuskan mundur dari posisinya sebagai Wakil Komisaris Utama PT PBB. Persis Solo menjadi klub terbaru yang dikelola Erick. 

Dalam komposisi kepemilikan saham Laskar Sambernyawa lewat PT Persis Solo Saestu (PSS), Erick hanya memiliki 20 persen dan Kaesang 40 persen. Sementara pengusaha lokal, Kevin Nugroho, mempunyai 30 persen saham dan 10 persen sisanya tetap menjadi milik 26 klub internal anggota Perserikatan SepakbolaIndonesia Solo (Persis).

Tapi, sebagai pejabat negara, Erick tidak turun langsung mengelola salah satu klub pendiri PSSI tersebut. Dalam struktur organisasi, Kaesang menduduki jabatan sebagai Direktur Utama. Sementara posisi Presiden Komisaris diisi Mahendra Agakhan Thohir. Aga merupakan anak laki-laki Erick.

Load More