Bisnis / Makro
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Hachi Grill Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menugaskan LPEI memberikan kredit bunga rendah maksimal 6 persen bagi industri tekstil ekspor.
  • Kebijakan yang diumumkan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) ini bertujuan mempermudah pelaku usaha melakukan peremajaan mesin produksi.
  • Pemerintah tengah menyiapkan skema bantuan bagi industri tekstil non-ekspor melalui potensi akuisisi lembaga pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk membantu industri tekstil Indonesia lewat kredit dengan bunga rendah.

Caranya, Menkeu Purbaya bakal menugaskan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), badan usaha di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk membantu para pelaku industri tekstil, khususnya yang berorientasi ekspor.

"Saya akan tugaskan nanti LPEI untuk membantu mereka, untuk membantu industri-industri yang export oriented," katanya di Hachi Grill Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Bendahara Negara menjanjikan pemberian kredit bunga rendah maksimal 6 persen kepada para pelaku industri tekstil. Sebab banyak dari mereka yang kesulitan ketika melakukan peremajaan mesin.

Bahkan Purbaya menjanjikan bunga lebih rendah lagi apabila diperlukan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian (Menperin) soal kebijakan tersebut.

Ilustrasi industri tekstil. Foto: Pekerja memintal benang di sebuah industri kawasan Cipulir, Jakarta, Senin (30/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sedangkan untuk industri tekstil non ekspor, Purbaya masih memikirkan cara lain LPEI tidak bisa membantu. Namun cara yang sama bisa terjadi jika nantinya Kemenkeu mengakuisisi PT Permodalan Nasional Madani atau PNM yang merupakan anak usaha BRI sekaligus lembaga pembiayaan BUMN.

Ia lalu bercerita bahwa para pengusaha tekstil kerap mengalami kesulitan karena dianggap sebagai sunset industry, atau sektor usaha yang sedang mengalami penurunan kinerja atau melewati masa puncak kejayaan.

"Sunset industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank, peremajaan mesin. Makanya saya tadi pakai LPEI. Kita sudah ketemu dengan asosiasi tekstil. Sekarang kita akan menjalankan dalam waktu yang enggak terlalu lama," jelasnya.

Baca Juga: Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Load More