- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menugaskan LPEI memberikan kredit bunga rendah maksimal 6 persen bagi industri tekstil ekspor.
- Kebijakan yang diumumkan di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) ini bertujuan mempermudah pelaku usaha melakukan peremajaan mesin produksi.
- Pemerintah tengah menyiapkan skema bantuan bagi industri tekstil non-ekspor melalui potensi akuisisi lembaga pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana untuk membantu industri tekstil Indonesia lewat kredit dengan bunga rendah.
Caranya, Menkeu Purbaya bakal menugaskan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), badan usaha di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), untuk membantu para pelaku industri tekstil, khususnya yang berorientasi ekspor.
"Saya akan tugaskan nanti LPEI untuk membantu mereka, untuk membantu industri-industri yang export oriented," katanya di Hachi Grill Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Bendahara Negara menjanjikan pemberian kredit bunga rendah maksimal 6 persen kepada para pelaku industri tekstil. Sebab banyak dari mereka yang kesulitan ketika melakukan peremajaan mesin.
Bahkan Purbaya menjanjikan bunga lebih rendah lagi apabila diperlukan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian (Menperin) soal kebijakan tersebut.
Sedangkan untuk industri tekstil non ekspor, Purbaya masih memikirkan cara lain LPEI tidak bisa membantu. Namun cara yang sama bisa terjadi jika nantinya Kemenkeu mengakuisisi PT Permodalan Nasional Madani atau PNM yang merupakan anak usaha BRI sekaligus lembaga pembiayaan BUMN.
Ia lalu bercerita bahwa para pengusaha tekstil kerap mengalami kesulitan karena dianggap sebagai sunset industry, atau sektor usaha yang sedang mengalami penurunan kinerja atau melewati masa puncak kejayaan.
"Sunset industry, dia susah sekali dapat pinjaman ke bank, peremajaan mesin. Makanya saya tadi pakai LPEI. Kita sudah ketemu dengan asosiasi tekstil. Sekarang kita akan menjalankan dalam waktu yang enggak terlalu lama," jelasnya.
Baca Juga: Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
Berita Terkait
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi