/
Senin, 30 Januari 2023 | 18:37 WIB
Bus yang ditumpangi Persis Solo mendapat lemparan dari oknum suporter Persita Tangerang. ([Instagram])

Kasus pelemparan bus Persis Solo oleh oknum suporter Persita Tangerang di Kelapa Dua, Tangerang, Sabtu (28/1/2023) terus mendapat perhatian dari Gibran Rakabuming Raka.

Wali Kota Solo itu bahkan meminta polisi mengusut tuntas kasus pelemparan bus yang ditumpangi pemain tim Laskar Sambernyawa.

Sebelumnya, putra sulung Presiden Jokowi itu juga menyentil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait pengusutan kasus tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Intinya, saya dan Pak kapolri terus koordinasi masalah ini. Harus ada tindakan tegas. Kalau dibiarkan, akan ada terus seperti itu, tidak berhenti," kata Gibran dilansir dari ANTARA, Senin (30/1/2023).

Dalam peristiwa tersebut, lanjutnya, harus ada orang yang disangkakan sehingga ada efek jera dari para pelaku pelemparan tersebut.

"Ya, pihak mana pun yang terlibat. Saya kembalikan lagi ke pak kapolri," imbuhnya.

Gibran juga menyayangkan kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi itu. Apalagi, saat ini persepakbolaan di dalam negeri tengah disorot usai Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang terjadi Oktober 2022.

"Ya dibayangkan saja, jauh-jauh ke tempat mereka, pulang, habis tanding capek, masih dilempari batu. Rasanya kayak apa?," jelasnya.

Disinggung mengenai adanya pemain Persis Surakarta yang diduga mengejar dan memukul pelaku pelemparan, Gibran mempersilakan polisi untuk mendalaminya.

Baca Juga: Geger Perempuan di Pontianak Diamankan Warga karena Dituding Hendak Menculik Anak, Ternyata ODGJ

"Kalau ada yang salah dari pemain kami, ya mohon maaf, kami fair, silakan diperiksa. Pemain yang melakukan pengejaran, pemukulan, ya harus minta maaf dan kooperatif kalau dilakukan pemeriksaan. Masalah atau tidak masalah, nanti pak kapolri yang menentukan," katanya.

Terkait permintaan maaf, Gibran mengatakan semua pihak harus meminta maaf.

"Aku ya salah," imbuhnya.

Sementara itu, untuk menjaga kondisi persepakbolaan di Tanah Air, dia mengatakan semua pihak harus berkoordinasi.

"Dari pengamanan, manajemen, suporter, intinya kami ingin sepak bola jalan, jangan seperti ini terus. Nggak ada bola, nggak ada hiburan. Menahan diri semua, ya," ujar Gibran.

Load More