/
Selasa, 31 Januari 2023 | 12:06 WIB
Gibran Rakabuimng Raka menggandeng tangan Megawati (ANTARA)

Suara Joglo - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Jawa Tengah ( Jateng ) kemarin, Senin (30/01/2023). Mega menghadiri Pelantikan Hevearita G Rahayu sebagai Wali Kota Semarang.

Dalam kesempatan itu, Megawati bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang juga putra dari Presiden RI Joko Widodo. Gibran nampak menggandeng tangan Mega dalam momentum tersebut.

Publik segera menerka-nerka, obrolan seperti apa yang terjadi antara Megawati dan Gibran tersebut. Ada yang mengaitkan dengan Pilpres 2024 atau ada perintah lain dari Mega ke Gibran.

Namun saat ditanya soal itu, Girban menjawab cekak: "Baca saja ekspresi muka saya waktu digandeng bu Mega, itu cukup menjawab," katanya dikutip dari ANTARA, Selasa (31/01/2023).

"Nggak tahu, baca sendiri (ekspresi wajahnya, red.). Nanti dululah itu, nanti saja dibahasnya, yang penting sudah ketemu ibu (Megawati, red.), sudah," katanya menambahkan.

Meski merahasiakan isi pembicaraan dengan Megawati, ia mengakui banyak kesan yang dirasakannya saat pertemuan. Ia misalnya, sempat mengantarkan Megawati hingga ke mobil untuk kembali ke Jakarta. 

Gibran, saat mengantar Megawati mengaku tak banyak bicara. Namun Ia memberikan clue dari obrolannya rahasianya itu, "Enggak, kemarin sudah cukup, singkat, padat, jelas," katanya.

Sebelumnya sempat tersebar foto Megawati yang menggandeng tangan Gibran saat pertemuan di Semarang. Meski dalam foto tersebut keduanya terlihat dekat, ia enggan menyebut jika gandengan tersebut merupakan bagian dari simbol politik.

"Enggak, beliau sudah seperti ibu, eyang saya sendiri. Pokoknya tugasku kalau beliau di sini saya ngantar, mendampingi," katanya.

Baca Juga: Digugat Rp34 M, Tamara Bleszynski Ngaku di Bawah Tekanan Saat Nyatakan Bersedia Ikut Bayar Biaya Berobat Ayah

Sementara itu, saat disinggung mengenai persiapan Pilkada 2024, ia mengaku tidak ada persiapan apapun.

Termasuk merealisasikan 16 proyek prioritas di Solo, dikatakannya, upaya tersebut bukan bagian dari persiapan untuk melaju pada kontestasi politik yang lebih tinggi.

"Nggak ada, lha 'aku meh ngopo to?' (saya mau melakukan apa?). Proyek prioritas itu kan pekerjaan sekarang, tugas saya menyelesaikan itu. Saya nggak mau pamer, biar warga yang menilai," katanya.

Load More