Ijtima’ Ulama Nusantara di Jawa Tengah melahirkan tiga rekomendasi yang akan segera dilaksanakan. Rekomendasi itu merupakan kesepakatan dari kyai-kyai dan habaib yang hadir di Ponpes Syubbanul Wathon di lingkungan Ponpes API Tegalrejo Magelang, pada Senin (13/2/2023).
Satu rekomendasi yang sangat penting adalah mendorong percepatan Gus Yusuf sebagai Calon Gubernur Jawa Tengah pada Pemilihan Gubernur Tahun 2024.
"Kalau Gus Muhaimin calon Presiden atau Wakil Presiden sudah final. Tinggal Gus Yusuf kita dorong sebagai Gubernur," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus KH Ahmad Badawi Basyir dikutip dari keterangan tertulis pada senin (20/2/2023).
Kyai-kyai, Ujar Kyai Badawi, juga sepakat membentuk Ijtima’ Ulama Nusantara di tingkat Kabupatan/Kota se-Jateng ditambah para Ibu Nyai.
Sedangkan rekomendasi ketiga, dijelaskan oleh Habib Fatah dari Magelang. Dia menjelaskan perlunya dihidupkan kembali Lailatul ijtima' dan ngaji Siyasah mulai dari tingkat kabupaten kota sampai - ranting PKB, dengan melibatkan NU dan banomnya.
KH Asrofi Masyitoh, Pengurus NU Kudus menjelaskan, lailatul ijtima’ adalah sarana kyai dan habaib berkumpul tidak hanya membahas persoalan agama, tetapi juga persoalan sosial kemasyarakatan.
"Di Jawa Tengah banyak sekali persoalan yang menimpa masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta ekonomi. Ini kalau tidak dibahas setiap saat, lama-lama akan menjadi sesuatu persoalan yang lumrah. Maka harus dibahas dan diusulkan solusinya kepada pemerintah," ujarnya.
Pasca pertemuan, kiai-kyai akan menyampaikan rekomendasi itu secara langsung kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Jakarta.
"Ya kita akan segera ke DPP PKB di Jakarta," kata KH Shohibul Ulum, Pengasuh Ponpes Al Ustmani Pekalongan.
Baca Juga: PSSI Dipimpinan Dua Menteri, Erick Thohir Bantah Pemerintah Intervensi Sepak Bola Indonesia
Ijtima Ulama Nusantara dilaksanakan oleh Dewan Syuro DPW PKB Jawa Tengah. Para Kyai yang hadir di antaranya Kyai sepuh, Kyai Dewan Syura PKB, Kyai Struktural maupun Kultural NU, Kyai Pengasuh Ponpes dan Kyai yang telah terdaftar sebagai anggota Gerakan Nahdliyin Bersatu.
Acara juga dihadiri Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Wakil Ketua Umum DPP PKB Dr M Hanif Dhakiri, Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Nur Machin Chudlori, Kyai muda dari Pekalongan KH Ahmad Shohibul Ulum dan sekitar 200-an khai dan habaib hadir. Tampak juga Sekretaris DPW PKB Jateng, dan para anggota FPKB DPRD Jateng.
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang digadang-gadang sebagai calon gubernur mengatakan, pihaknya menaruh hormat kepada para kyai yang bertekad menyatukan langkah menjelang Pemilu 2024.
Kiai muda yang hadir, ujarnya, bisa menjadi motor penggerak untuk mensukseskan Pemilu 2024. Sementara kiai sepuh sangat ditunggu dawuh atau himbauannya, karena dampaknya sangat luar biasa.
"Almarhum mbah Dur (KH Abdurrachman Chudlori) kakak saya, sempat dawuh bahwa jihad zaman sekarang adalah politik. Setiap ngaji dia meminta saya harus ngomong politik, karena itu adalah lahan perjuangan. Kalau tidak nyinggung politik, saya ditegur beliau," tandasnya.
Mustasyar PBNU Prof Dr KH Said Agil Said Siradj menegaskan, memasuki abad kedua NU, para kyai harus punya cita-cita besar. Harus berani mengambil pemerintahan termasuk harus berani tampil mengelola sumber daya alam untuk kepentingan ummat.
"Hari ini kita punya Kyai Ma’ruf Amin, tahun depan harus punya Presiden atau Wakil Presiden, Gus Muhaimin. Kita sudah punya Bupati, ke depan harus punya Gubernur, Gus Yusuf," pungkasnya yang disambut tepuk tangan para peserta.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Dr M Hanif Dhakiri kembai mengingatkan bahwa PKB adalah sebagai pilihan ideologis dan rasional kaum nahdliyin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Didesak Salip Arsenal Rekrut Rekan Calvin Verdonk Berbandrol Rp1 Triliun
-
Penain Ini Disebut Bisa Jadi Biang Kerok Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2025
-
Hasil Piala Dunia 2026: Aksi Heroik Kiper Iran Alireza Beiranvand Bikin Belgia Gigit Jari
-
Ditipu Calo? Impian Nonton Piala Dunia 2026 Kakek 89 Tahun Pupus, Tiket Rp90 Juta Tak Kunjung Datang
-
Eks Walkot Bikin Heboh! Pakai Busana Terbuka Saat Rayakan Kemenangan Meksiko
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Rahang Patah Tak Halangi Pemain Austria Tampil Mati-matian Jelang Lawan Argentina
-
Pemain Liverpool: Apa yang Dilakukan Lionel Messi Tak Masuk Akal!
-
Joget Gemoy Ratu Belanda di Ruang Ganti Usai Curacao Tahan Imbang Ekuador Viral