Momen Anies Baswedan keceplosan ingin jadi Gubernur DIY mencuat kembali saat mengikuti talkshow Mata Najwa bertajuk Penebar Inspirasi.
Dalam talkshow yang digelar di auditorium Universitas Sebelas Maret Solo pada 2014 silam itu mulanya Najwa Shihab mencoba mengulik mengenai lima tokoh politik yang diundangnya yakni Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Ketua KPK Abraham Samad.
Saat itu Najwa menanyakan para tokoh bila diberi kesempatan untuk berganti peran akan memilih menjadi siapa.
Giliran pertama datang untuk Jusuf Kalla. Ia memilih untuk menjadi Gubernur Jateng
"Saya mau jadi Gubernur Jateng karena lebih tenang," kata Jusuf Kalla.
Lanjut berikutnya, Najwa menanyakan ke Jokowi.
"Kalau mau ganti peran mau jadi siapa dan mau melakukan apa?" tanya Najwa.
"Banyak media itu kan bilang wajah saya ini kan wajah ndeso, saya pengen punya face dan body seperti mas Anies Baswedan," kata Jokowi.
"Saya juga mau jadi rektor, jadi rektor mengajar," kata Ganjar Pranowo saat diminta soal berganti peran.
Baca Juga: Bicarakan Pencapresan Anies Baswedan, Surya Paloh dan Prabowo Subianto Akhirnya Sepakati Hal Ini
Tiba kemudian giliran Anies Baswedan.
Di momen itu, ia sempat bingung lantaran Ganjar dan Jokowi memilih untuk jadi rektor sepertinya.
Ia kemudian menengok ke arah JK sambil berkelakar tak pantas menjadi Dewan Masjid yang dijabat olehnya lantaran kurang tua.
"Ini semua mau jadi rektor, mau jadi Dewan Masjid seperti pak JK kurang tua saya pak. Ketua PMI boleh juga sih," ucapnya disambut gelak tawa penonton yang hadir.
"Tapi kalo gubernur Jakarta berat, Jawa Tengah saya jogja, meskipun bisa," ungkapnya lalu dipotong Ganjar Pranowo yang mengingatkannya bahwa tidak bisa menjadi Gubernur di Jogja.
"Jogja ga bisa, jogja ga bisa," timpal Ganjar.
"Oiya betul, harus raja," katanya.
Lebih lanjut, Anies Baswedan mengaku ingin menjadi ketua KPK. Ia ingin bahwa pemberantasan korupsi harus jadi gerakan semesta se-Indonesia.
"Pemberantasan korupsi tidak didekati sebagai program bukan tugas semata-mata KPK atau Kejaksaan atau polisi tapi pemberantasan korupsi harus jadi gerakan semesta se-Indonesia," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
Maarten Paes Gantungkan Harapan ke John Herdman: Timnas Indonesia Harus Naik Level Dunia
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak
-
Tips PDKT Lewat Gelas: Anime Botan Kamiina Siap Bikin Kamu "Mabuk" Cinta di April 2026!
-
Jadwal Buka Puasa Batam dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Hari Ini Sabtu 28 Februari 2026