Meskipun telah malang melintang di dunia akting, namun salah satu karakter yang sangat ikonik dari Nani Wijaya adalah sebagai Emak di sinetron komedi (sitkom) Bajaj Bajuri. Serial tersebut pertama kali disiarkan pada tahun 2002 hingga 2007.
Selain itu, Nani Wijaya juga banyak berperan dalam judul-judul sinetron yang hit pada masanya. Misalnya seperti “Wah Cantiknya” dan “Si Cecep”. Dalam sinetron tersebut, Nani Wijaya berperan sebagai Emak Cecep dimana saat itu lawan mainnya adalah aktor Anjasmara.
Tak hanya itu saja, Nani Wijaya juga tampil di judul sinetron hit tahun 2000an lainnya seperti “Cintaku di Rumah Susun”, “Cinta SMU”, “Pintu Hidayah”, “Intan”, “Mawar”, “Mutiara”, “Sekar”, “Isabella”, “Cahaya”, “Mister Olga”, “Kemilau Cinta Kamila”, “Putri yang Ditukar”, “Tukang Bubur Naik Haji” dan masih banyak lagi.
Sempat dikabarkan sakit
Beberapa tahun belakangan, sosok Nani Wijaya semakin jarang tampil lagi di layar kaca. Sebelum meninggal dunia, Nani Wijaya sempat dikabarkan mengidap beberapa penyakit seperti stroke, darah tinggi dan komplikasi lainnya.
Oleh sebab itulah, Nani Wijaya lebih banyak beristirahat dan berbaring di tempat tidurnya. Kemudian, Nani Wijaya juga diketahui sempat mengalami gangguan lanjutan yakni infeksi dan komplikasi ginjal. Nani Wijaya menderita luka di belakang tubuh tepatnya di tulang ekor hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Pada awal Maret lalu, Nani Wijaya juga dikabarkan sempat mengalami sesak nafas dan dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Nani Wijaya mengalami hal tersebut karena adanya lendir di paru-paru yang menyumbat saluran nafasnya.
Kendati demikian, Nani Wijaya juga sempat melewati masa sakitnya. Setelah sebelumnya diketahui tak bisa menggerakkan kaki, dia pun kemudian bisa merespon kecil. Sayangnya, beberapa hari ini kondisi Nani Wijaya pun kembali memburuk.
Turunkan bakat akting ke anak
Baca Juga: 4 Cara Membuat Scorpio Merindukanmu setelah Putus, Jual Mahal tapi Setia!
Walaupun sudah lama vakum dari dunia akting, namun Nani Wijaya juga telah menurunkan bakat aktingnya kepada sang putri yakni mendiang Sukma Ayu dan juga Cahya Kamila.
Mengikuti jejak sang ibu, Cahya Kamila juga telah berperan dalam beberapa judul seperti “Ummi Aminah” pada tahun 2012. Pada film tersebut pun, Cahya Kamila beradu akting dengan ibundanya. Kemudian, Cahya Kamila juga sempat tampil di “Maling Kutang” pada 2009, “Pinky Promise” pada 2016, dan “Arwah Tumbal Nyai: Tumbal” pada 2020.
Kini, Cahya Kamila pun diketahui sedang aktif dalam sebuah sinetron berjudul “Kesetiaan Janji Cinta”. Sinetron tersebut baru saja dimulai pada tanggal 6 Maret lalu. Pada sinetron tersebut, Cahya Kamila berperan sebagai Dina.
Tak hanya itu, Cahya Kamila juga aktif menjadi seorang content creator di YouTube. Dalam channel Cahya Kamila Official, dia sudah memiliki sekitar 1600-an pengikut.
Berita Terkait
-
Sempat Dialami Nani Wijaya, Begini 3 Cara Merawat Pasien Demensia
-
Kehilangan Sosok Emak, Keluarga Bajaj Bajuri Ungkap Belasungkawa Atas Kepergian Nani Wijaya
-
Nani Wijaya Meninggal Dunia, Rieke Diah Pitaloka Kuatkan Keluarga Sang Artis
-
3 Potret Nani Wijaya saat Muda: Cantik Mempesona Hingga Akhir Hayat
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan