/
Senin, 27 Maret 2023 | 12:59 WIB
Lina Mukherjee ([TikTok/@ints21])

Nama TikTokers, Lina Mukherjee hingga kini masih menjadi perbincangan warganet. Hal tersebut lantaran kasus penistaan agama yang disematkan untuknya. 

Adapun Lina Mukherjee sendiri disebut sebagai penista agama lantaran dirinya, sebagai seorang muslim, mengonsumsi babi dengan mengucapkan ‘Bismillah’. 

Sontak saja, video unggahan Lina Muhkerjee yang berdurasi dua menit itu menuai hujatan dari berbagai pihak terlmasuk ulama. Bahkan, lantaran kasus tersebut pula, Lina Mukherjee pun dipolisikan oleh salah seorang ustaz. 

Berikut ini adalah sejumlah fakta terkait kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Lina Mukherjee. 

1. Membuat Konten Karena Rasa Penasaran

Ia mengunggah konten tersebut lantaran rasa penasarannya untuk memakan kulit dan daging babi yang crispy. 

“Bismillah, lupa. Guys, hari ini kayaknya aku dipecat dari Kartu Keluarga karena aku penasaran banget sama yang namanya kriuk babi ini ya,” ujarnya ketika akan menyantap babi kriuk tersebut.

“Jadi, hari ini Rukun Iman udah aku langgar, hahaha, udah pasti ini kartu keluargaku dicabut nih,” imbuhnya.

Sebelumnya, Lina sendiri menjelaskan bahwa dirinya pernah beberapa kali makan daging babi dengan tidak sengaja. Meski begitu, tak ada alasan yang dapat membenarkan dirinya membuat konten tersebut, apalagi dikarenakan rasa penasaran.

Baca Juga: CEK FAKTA: Ungkap Bukti Perselingkuhan, Istri Teddy Minahasa Langsung Minta Cerai di Ruang Sidang, Benarkah?

Hal itulah yang membuat warganet tampak geram dan menentang aksi Lina Mukherjee tersebut.

2. Dilaporkan ke Polisi

Lantaran kasus tersebut, Lina Mukherjee sendiri dikabarkan telah dilaporkan oleh Ustaz M. Syarif Hidayat ke pihak berwajib karena diduga melakukan penistaan agama. 

Salah satu hal yang juga membuat netizen semakin geram adalah lantaran Lina Mukherjee secara terang-terangan mengucapkan kata ‘Bimillah’ sebelum mengonsumsi babi tersebut. 

Menurut Ustaz M. Syarif Hidayat ia tak mencontohkan dan mempraktekkan hal yang baik dan meresahkan masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia.

3. Mengaku Tak Takut Dipolisikan

Load More